Dompu –
Pantai Lakey selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi selancar kelas dunia. Ombak kidalnya yang ikonik menjadikan pantai ini populer di kalangan peselancar mancanegara.
Namun di balik nama yang tersohor itu, wajah pantai yang terletak di Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu bagaikan rumah yang tak terawat halamannya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Kondisi Pantai Lakey saat ini sangatlah semrawut, fasilitasnya rusak parah, ruang pejalan kaki jebol dan berlubang seusai dihantam gelombang pasang dan abrasi.
Tak hanya itu, sampah juga berserakan. Semak belukar tumbuh menjulang dan menutupi akses pejalan kaki. Kondisi ini diketahui telah berlangsung lama dan tak terurus oleh pemerintah.
Gazebo tak lagi terlihat berdiri di pinggir pantai. Yang terlihat hanya sisa-sisa dan bekas kayu yang dimakan rayap. Bekas tempatnya pun ambles dihantam ombak. Toilet umum terlihat kotor tak terawat.
Para pengunjung hanya akan merasa nyaman ketika berada di area sekitar hotel, bar, dan restoran yang dikelola oleh pengusaha lokal. Mereka kerap membersihkan sampah dan merawat tempat mereka yang untuk memberikan kenyamanan untuk para tamu.
“Sangat buruk kondisi Pantai Lakey sekarang ini, tidak ada perhatian pemerintah untuk merawatnya,” kata salah seorang pengunjung, Muhammad Azwar, pada, Selasa (17/2/2026).
Pengelolaan Pantai Lakey telah diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB karena pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 10 kilometer itu masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP).
Pantai Lakey merupakan salah satu aset yang masuk dalam upaya optimalisasi aset oleh Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tahun 2020-2023.
Sejak saat itu, Pemkab Dompu tidak lagi turun tangan dalam pembangunan infrastruktur dan promosi skala internasional yang seharusnya ditangani oleh APBD Dompu.
Namun, Pemprov NTB juga tak kunjung melakukan penataan serta perawatan pada Pantai Lakey sejak pengambilalihan pengelolaan itu.
“Pemerintah hanya fokus wisata-wisata yang ada di Lombok saja. Gubernur NTB pernah hadir di sini, cuma janji saja tapi tidak ada bukti sampai tahun berganti,” kata salah seorang pengelola hotel dan Bar Alis’ Bar, Sitti Aminah.
Meski kondisinya tak terawat, wisatawan mancanegara tetap terlihat berlalu lalang di pinggir pantai. Mereka berjalan dengan memakai bikini sambil menenteng papan selancar air.
Para turis juga terlihat tengah asik menaklukkan ombak kidal pada spot tertentu seperti Lakey Peak, Lakey Pipe, Nungas, hingga di Periscope.
Menurut wanita akrab dipanggil Mami itu, sepanjang tahun 2025, ribuan wisatawan mancanegara berkunjung ke Pantai Lakey. Mereka didominasi warga negara Prancis dan Jepang. Ada pula yang dari negara Australia tapi tak bisa menandingi dua negara setelahnya.
“Kalau tahun 2025 kemarin itu banyak wisatawan dari negara Prancis. Ada juga dari Jepang dan Australia,” ujarnya.
Dia berharap Pemprov NTB agar melirik kondisi pantai Lakey dan segera memberikan perhatian sehingga dilakukan penataan serta memberikan fasilitas yang layak.
