Mataram –
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyiapkan 14 armada bus disiapkan untuk mengangkut 400 warga NTB dalam program mudik gratis tujuan Pulau Sumbawa pada libur Lebaran 1447 Hijriah. Dari 400 penumpang yang mendaftar, ada 320 penumpang telah melakukan registrasi ulang.
“Registrasi ulang dari 400 pendaftar itu sudah 320-an lebih dari 400 yang daftar sesuai kuota,” ujar Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan NTB Khaerus Sobri dihubungi, Jumat (13/3/2026).
Sobri menjelaskan Dishub NTB masih menunggu peserta yang telah mendaftar untuk melakukan registrasi ulang. Jika hingga batas waktu yang ditentukan masih terdapat kursi kosong, pihaknya akan mencari penumpang tambahan agar kuota 400 peserta dapat terpenuhi.
“Kalau sekiranya besok tidak ada yang daftar ini untuk registrasi ulang, maka kami harus ambil tindakan untuk mencari kembali penumpang untuk mudik gratis. Supaya kuota tercukupi 400 penumpang,” jelasnya.
Menurut Sobri, program mudik gratis tahun ini naik dua kali lipat dari tahun 2025 lalu. Tahun lalu hanya tersedia 200 kursi. Di sisi lain, kata dia, agenda mudik gratis banyak berbeda dari bulan Ramadan tahun lalu.
“Dari kualitas bus dan kuantitas. Tahun kemarin 200 seat, tahun ini 400 seat, naik 100 persen,” tegas Sobri.
Program mudik gratis ini memprioritaskan bagi pelajar dan mahasiswa yang dinilai membutuhkan dukungan transportasi untuk pulang ke kampung halaman di pulau Sumbawa.
Para pemudik nantinya akan diberangkatkan dari Kantor Gubernur NTB menuju sejumlah daerah di Pulau Sumbawa, yakni Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.
“Jadi ada formasi, jadi semua kabupaten kota di Pulau Sumbawa. Dari KSB, Sumbawa, Dompu dan Kota Bima beserta Kabupaten Bima,” kata Sobri.
Selama perjalanan, Pemprov NTB juga memastikan kenyamanan dan keamanan para peserta. Seluruh kendaraan yang digunakan telah melalui pemeriksaan kelaikan jalan atau ramp check.
“Seluruh kendaraan sudah dipastikan lulus ramp check dalam rangka inspeksi,” ujarnya.
Selain itu, para pemudik juga akan diberikan makan gratis dan takjil selama perjalanan. Tak hanya itu, seluruh penumpang juga mendapatkan perlindungan asuransi selama perjalanan yang dijamin oleh asuransi Jasa Raharja.
Sobri berharap program mudik gratis ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan kuota yang menyesuaikan minat masyarakat. Namun, Pemprov NTB belum menyediakan program arus balik gratis karena dinilai sulit mengakomodasi waktu kepulangan para penumpang.
“Arus balik tidak karena susah mengkondisikan orang akan samaan baliknya. Jadi kita hanya memfasilitasi arus mudik saja,” tandasnya.
