Tabanan –
Bangunan lantai tiga di Banjar Batan Duren, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, ludes terbakar. Kebakaran hebat itu diduga dipicu masalah kelistrikan atau korsleting pada sepeda motor. Total kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut mencapai Rp 2 miliar.
Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Budiawan, mengungkapkan bangunan lantai tiga tersebut difungsikan untuk kos-kosan, laundry, dan konter ponsel. Menurutnya, api melalap bangunan beserta isinya. Bahkan, sembilan unit sepeda motor dilaporkan ikut ludes terbakar.
“Dugaan sementara hasil olah TKP dan keterangan pemilik kos Ni Luh Gede Suriasih disebabkan oleh sebuah kendaraan yang parkir di garasi kos mengalami korsleting,” ujar Kompol Budiawan, Rabu (4/2/2026).
Budiawan menuturkan peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama I Made Rohadi (31). Pagi itu, saksi tengah bekerja memasang sanggah (bangunan suci) di lantai tiga rumah tersebut.
Sekitar pukul 11.30 Wita, saksi pulang ke rumah untuk istirahat makan siang. Sesampainya di rumah, saksi dihubungi oleh anaknya bahwa rumah kos yang dalam pengerjaan sanggah mengalami kebakaran. Mendengar kabar itu, saksi bergegas menuju lokasi dan mendapati bangunan sudah hangus terbakar.
“Saat kejadian beberapa penghuni kos dalam keadaan panik, sehingga saksi menghubungi pemadam kebakaran,” ungkap Budiawan.
Sebanyak lima mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Tabanan dan Badung dikerahkan untuk memadamkan si jago merah. Menurut Budiawan, pemilik rumah tidak melanjutkan peristiwa tersebut ke ranah hukum. Korban disebut mengikhlaskan peristiwa itu sebagai kelalaian dan musibah.
“Kasus kebakaran ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum oleh korban,” pungkasnya.
