Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali. Seorang ibu dan anaknya tewas setelah mobil Toyota Hiace yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang truk tronton yang sedang terparkir.
Kasat Lantas Polres Jembrana Iptu Aldri Setiawan mengungkapkan kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 00.10 Wita pada Sabtu (3/1/2026). Menurutnya, Toyota Hiace berpelat nomor N 7648 YJ yang dikemudikan oleh Teguh Dwi Saputra (21) itu membawa rombongan asal Jawa Timur.
Kecelakaan bermula saat mobil tersebut melintas dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Menurut Aldri, kondisi jalan yang menanjak itu gelap gulita karena minimnya penerangan.
“Setibanya di tempat kejadian, mobil tiba-tiba bergerak ke kiri melewati garis tepi jalan, lalu menabrak bagian belakang truk tronton yang sedang parkir di bahu jalan sebelah kiri,” ungkap Aldri saat dikonfirmasi infoBali, Sabtu siang.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Kerasnya benturan mengakibatkan bagian depan mobil Hiace ringsek dan rusak parah. Dua penumpang bernama Romiatul Hasanah (33) dan Ahmad Saigam Satriani (7) meninggal dunia di lokasi kejadian. Kedua korban tewas itu merupakan ibu dan anak.
“Korban Romiatul mengalami patah bahu, cedera kepala berat (CKB), serta pendarahan dari hidung dan telinga. Sementara korban anak, Ahmad Saigam, juga mengalami CKB dan luka di bagian bibir. Keduanya meninggal dunia di tempat,” imbuh Aldri.
Selain korban jiwa, tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka. Ketiganya adalah Muhammad Azhar Wahyu Bumi (14), Lusi Handayani Ningsih (27), dan Sahil Mahfirotur Rojabah (18).
“Sementara itu, pengemudi Hiace dan pengemudi truk, dilaporkan dalam kondisi selamat,” ujar Aldri.
Aldri memperkirakan total kerugian materiel akibat insiden itu mencapai Rp 18 juta. Ia menegaskan polisi masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
“Kasus masih kami dalami untuk memastikan penyebab pasti kendaraan Hiace tersebut tiba-tiba hilang kendali ke bahu jalan,” tandas Aldri.
Kerasnya benturan mengakibatkan bagian depan mobil Hiace ringsek dan rusak parah. Dua penumpang bernama Romiatul Hasanah (33) dan Ahmad Saigam Satriani (7) meninggal dunia di lokasi kejadian. Kedua korban tewas itu merupakan ibu dan anak.
“Korban Romiatul mengalami patah bahu, cedera kepala berat (CKB), serta pendarahan dari hidung dan telinga. Sementara korban anak, Ahmad Saigam, juga mengalami CKB dan luka di bagian bibir. Keduanya meninggal dunia di tempat,” imbuh Aldri.
Selain korban jiwa, tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka. Ketiganya adalah Muhammad Azhar Wahyu Bumi (14), Lusi Handayani Ningsih (27), dan Sahil Mahfirotur Rojabah (18).
“Sementara itu, pengemudi Hiace dan pengemudi truk, dilaporkan dalam kondisi selamat,” ujar Aldri.
Aldri memperkirakan total kerugian materiel akibat insiden itu mencapai Rp 18 juta. Ia menegaskan polisi masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
“Kasus masih kami dalami untuk memastikan penyebab pasti kendaraan Hiace tersebut tiba-tiba hilang kendali ke bahu jalan,” tandas Aldri.
