Otoritas Arab Saudi menggelar operasi pemberantasan korupsi secara besar-besaran secara nasional. Sedikitnya 116 pejabat pemerintah ditangkap karena diduga terlibat praktik korupsi.
Dirangkum infocom, Sabtu (3/1/2026), para pejabat yang ditangkap berasal dari berbagai kementerian dan lembaga publik. Selain itu, ratusan pejabat lainnya di sejumlah wilayah Arab Saudi turut diselidiki terkait dugaan penyuapan dan penyalahgunaan jabatan.
Operasi antikorupsi ini digencarkan menyusul serangkaian investigasi yang dilakukan Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Saudi atau yang dikenal sebagai “Nazaha”.
Dilaporkan harian berbahasa Arab Okaz dan dilansir Gulf News, operasi antikorupsi yang berlangsung pada Desember 2025 tersebut digelar secara nasional dengan menyasar praktik penyuapan dan penyalahgunaan jabatan. Dalam operasi itu, Nazaha menginterogasi sebanyak 466 orang.
Nazaha menyatakan telah melaksanakan 1.440 kegiatan inspeksi sepanjang Desember 2025 sebagai bagian dari upaya regulasi dan penyelidikan kriminal yang tengah berjalan. Inspeksi tersebut kemudian berlanjut ke tahap interogasi terhadap ratusan pejabat pemerintah.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Dalam periode tersebut, Nazaha menginterogasi pegawai dari sejumlah lembaga pemerintahan, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Urusan Perkotaan dan Perumahan, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Kesehatan.
Nazaha menegaskan penyelidikan itu berkaitan dengan dugaan penyuapan dan penyalahgunaan wewenang. Prosedur hukum saat ini tengah diselesaikan sebagai persiapan untuk mendakwa pihak-pihak yang terlibat di pengadilan.
Otoritas Saudi mengonfirmasi sebanyak 116 tersangka telah ditahan terkait kasus-kasus tersebut. Namun, sebagian dari mereka kemudian dibebaskan dengan jaminan sesuai ketentuan hukum pidana yang berlaku.
Nazaha menyebut langkah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk melindungi dana publik, menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas, serta mencegah korupsi dalam berbagai bentuk di seluruh sektor publik.
Lebih lanjut, otoritas Saudi mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan korupsi keuangan maupun administratif melalui saluran resmi, termasuk nomor bebas pulsa 980 atau melalui situs web resmi Nazaha.
Ditegaskan pula bahwa kerja sama publik menjadi pilar utama dalam memperkuat transparansi serta mendukung upaya nasional dalam memerangi korupsi dan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik.
