Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana berjanji akan memprioritaskan peningkatan aspek keamanan wisata pada tahun ini. Hal itu merespons insiden kapal pinisi KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Program kami tahun 2026 adalah untuk meningkatkan keamanan wisata. Dari setiap bagian ini kami ingin melakukan training, pendampingan, dan edukasi kepada sumber daya di transportasi pariwisata dan semua usaha pariwisata,” ujar Widiyanti saat mengunjungi Puri Saren Ubud, Bali, Kamis (1/1/2026).
Kemenpar, dia berujar, langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak setelah mendapat informasi terkait tenggelamnya kapal pinisi di Labuan Bajo. Widiyanti mengeklaim turut membantu Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam proses pemulangan dan penanganan administrasi korban.
Selain itu, Kemenpar juga terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta untuk memastikan seluruh proses penanganan korban dilakukan secara humanis dan bertanggung jawab. Hingga kini, tiga wisatawan asal Spanyol korban kecelakaan kapal pinisi di Labuan Bajo belum ditemukan.
“Pemerintah Spanyol telah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Indonesia yang juga dilakukan secara profesional untuk menyelamatkan keluarga korban. Kami berupaya untuk semoga yang ketiga lagi korban cepat terselamatkan,” imbuh Widiyanti.
Saat ini, tim SAR gabungan masih fokus memaksimalkan upaya pencarian terhadap tiga wisatawan yang masih dinyatakan hilang. Widiyanti menegaskan akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perhubungan yang memiliki kewenangan dalam perizinan dan kelayakan pelayaran kapal wisata.
“Kami akan lebih bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan karena izin pelayaran dan naik pelayaran sebuah kapal itu ada di Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Labuan Bajo, tepatnya di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat (26/12) malam. Kapal tersebut wisata itu mengangkut pelatih Tim B Sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, sekeluarga yang berjumlah enam orang.
Hingga kini, terdapat tiga korban kapal tenggelam yang belum ditemukan. Ketiga korban adalah Martin dan dua anak laki-lakinya. Adapun, satu putri Martin sudah ditemukan tak bernyawa pada Senin (29/12/2025). Sementara itu, istri dan anak bungsu Martin selamat dari insiden nahas itu.
Saat ini, tim SAR gabungan masih fokus memaksimalkan upaya pencarian terhadap tiga wisatawan yang masih dinyatakan hilang. Widiyanti menegaskan akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perhubungan yang memiliki kewenangan dalam perizinan dan kelayakan pelayaran kapal wisata.
“Kami akan lebih bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan karena izin pelayaran dan naik pelayaran sebuah kapal itu ada di Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Labuan Bajo, tepatnya di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat (26/12) malam. Kapal tersebut wisata itu mengangkut pelatih Tim B Sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, sekeluarga yang berjumlah enam orang.
Hingga kini, terdapat tiga korban kapal tenggelam yang belum ditemukan. Ketiga korban adalah Martin dan dua anak laki-lakinya. Adapun, satu putri Martin sudah ditemukan tak bernyawa pada Senin (29/12/2025). Sementara itu, istri dan anak bungsu Martin selamat dari insiden nahas itu.
