Mengenal 4 Pakaian Tradisional Tionghoa

Posted on

Denpasar

Peradaban Tionghoa memiliki banyak sekali warisan budaya, salah satunya adalah pakaian. Pakaian sejak lama telah menempati posisi teratas sebagai kebutuhan paling pokok manusia selain makanan dan tempat tinggal.

Pakaian Tionghoa bukan hanya sebagai kain yang membalut tubuh, tetapi juga menyimpan nilai dan menunjukkan posisi sosial. Beberapa pakaian bahkan hanya digunakan pada acara tertentu saja.

Berikut ini ulasan mengenai empat jenis pakaian tradisional Tionghoa.

1. Cheongsam

Cheongsam atau dikenal juga sebagai Qipao adalah pakaian tradisional khusus bagi wanita Tionghoa. Pakaian ini dahulu adalah sebuah gaun panjang untuk perempuan Manchu pada masa Dinasti Qing. Suku Manchu dikenal juga sebagai suku “Qi” dan karena itu nama baju tradisionalnya disebut Qipao.

Pakaian cheongsam dikenakan oleh perempuan dengan status sosial tinggi. Cheongsam juga dikenakan pada hari-hari besar, seperti tahun baru Kongzili. Oleh karena itu, pakaian ini identik dengan perayaan Imlek.

Seiring perkembangan zaman, Cheongsam dikenakan oleh perempuan dari berbagai kalangan. Pakaian ini pun dapat dimodifikasi sehingga cenderung lebih adaptif dengan tren modern.

2. Hanfu

Pakaian hanfu secara harfiah berarti “pakaian han” dan berasal dari Suku Han. Keberadaan komunitas masyarakat ini telah tercatat sejak 202 Sebelum Masehi. Mereka berkuasa selama 400 tahun hingga 220 Masehi. Walhasil, pengaruh mereka di kebudayaan Tionghoa cukup kuat.

Pakaian hanfu menggunakan tiga lapis, yakni pakaian dalam seperti kaus dan celana, pakaian utama dan jubah atau mantel yang membungkus seluruh tubuh. Pakaian ini digunakan oleh pria dan wanita serta dalam berbagai acara baik informal maupun formal.

3. Tangzhuang

Setelan Tang merupakan warisan dari Dinasti Tang (618-907). Pakaian ini memiliki kerah berdiri dengan kancing depan. Pakaian ini digunakan oleh kaum pria yang biasanya didampingi oleh pasangan wanitanya dengan pakaian cheongsam.

Tangzhuang dibuat dari bahan-bahan terbaik seperti sutra. Setelan ini dapat berupa polosan saja atau menggunakan motif gambar tertentu. Motif tersebut dijahit dengan menggunakan benang emas.

4. Setelan Zhongsan

Pakaian ini dikenal juga sebagai setelan mao, jas tunik Tiongkok yang banyak dipakai oleh pemimpin negara tersebut. Setelan zhongshan memiliki empat kantung di bagian depannya. Jas ini pula tidak menampakkan kemeja dalam karena kerahnya tertutup rapat.

Jas ini terkait dengan keruntuhan dinasti Tiongkok oleh kelompok revolusi. Sun Yat-Sen sebagai pemimpinnya memopulerkan pakaian nasional baru itu. Tetapi, Mao Zedong malah lebih identik dan digunakan untuk menyebut jas zhongshan.