Menelisik Perbedaan Ajaran Hindu di Bali dan India

Posted on

Denpasar

Dilansir dari sebuah jurnal penelitian, Hindu merupakan salah satu agama tertua di dunia. Ajaran Hindu menempatkan Tuhan Yang Esa dihormati sebagai realitas tertinggi yang dipahami melalui berbagai manifestasi dalam perwujudan Trimurti, yakni Brahma, Wisnu, dan Siwa. Konsep dasar ini menjadi akar filosofis yang dipakai dalam susunan agama Hindu di India dan juga Bali.

Meski berakar dari filosofi Hindu yang sama, nyatanya ajaran dalam sistem ritual hingga praktik keagamaan di India dan Bali memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan tersebut terjadi melalui proses akulturasi budaya yang dibuat berdasarkan perjalanan sejarah dan kemudian disesuaikan kembali dengan konteks sosial-budaya di masing-masing wilayah.

Inilah ulasan lengkap mengenai perbedaan ajaran agama Hindu di Bali dan India seperti dirangkum melalui berbagai sumber penelitian.

Kitab Suci dan Ajaran Dasar

Kitab suci yang digunakan umat Hindu berfungsi sebagai pedoman hidup dan sumber ajaran spiritual tertinggi. Kitab ini menjadi panduan umatnya untuk mencapai kehidupan yang bermakna serta selaras dengan kebenaran sesuai ajaran agama. Namun, tahukah kalian, detikers? Hindu India dan Hindu Bali menggunakan kitab suci yang berbeda, lho.

Secara garis besar, umat Hindu di India menggunakan enam jenis kitab suci yang berbeda, diantaranya adalah Weda, Upanishad, Bhagavad, Gita, Mahabharata, Ramayana. Dalam kitab-kitab tersebut, moksa, karma, dharma, dan samsara menjadi fokus ajaran yang utama.

Sedangkan umat Hindu di Bali hanya menggunakan satu kitab suci utama, yaitu Weda atau kumpulan wahyu yang bersumber dari Sang Hyang Widhi (Tuhan) yang berfungsi sebagai sumber filsafat, dan ritual agama Hindu Dharma di Bali. Kitab Weda sendiri memiliki fokus ajaran sebagai Tri Hita Karana, yakni penyeimbang antara manusia, alam, dan Tuhan.

Praktik Keagamaan

Praktik keagamaan yang dilakukan oleh umat Hindu di seluruh dunia, baik di India dan Bali, merupakan landasan utama yang mengakar kuat pada budaya, tradisi, serta filosofi spiritual. Praktik ibadah yang intens ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian umat Hindu kepada Tuhan Yang Esa untuk mencapai keseimbangan rohani yang baik.

Hindu India dan Bali memiliki perbedaan pada masing-masing aspek praktik keagamaan. Umat Hindu di India umumnya menggunakan Mandir, sebuah bangunan tertutup yang dijadikan sebagai tempat ibadah utama, dengan mengirimkan persembahan seperti makanan serta diiringi puja yang dinyanyikan. Selain itu, Hindu India memiliki beragam sekte dan praktik kuil besar seperti dalam perayaan festival nasional.

Sedangkan umat Hindu di Bali melakukan praktik keagamaan yang dipadukan dengan dominasi budaya lokal. Seperti halnya menjadikan Pura, sebuah bangunan terbuka yang menyatu dengan alam sebagai tempat ibadah utama. Serta mengirimkan persembahan yang rutin dilakukan sehari-hari dengan Canang Sari, sesajen yang terbuat dari beberapa komponen sederhana seperti anyaman janur yang berisikan daun-daun hijau, beragam jenis bunga, koin, beras hingga makanan lainnya.

Sistem Penanggalan & Perayaan Hari Suci

Baik Hindu India dan Hindu Bali, keduanya tentu melaksanakan setiap praktik keagamaan yang telah disesuaikan dari proses adaptasi ajaran utama Hindu ke dalam budaya lokal di masing-masing wilayah. Seperti halnya dalam perbedaan sistem penanggalan dan hari raya di kedua wilayah tersebut. Umat Hindu di Bali menggunakan kalender Panchangam yang ditetapkan berdasarkan perhitungan matahari dan bulan. Sistem inilah yang menentukan perayaan Hari Raya Besar di India seperti Diwali, Holi dan Navratri.

Sementara itu, umat Hindu Bali menggunakan sistem penanggalan yang lebih kompleks, yaitu Kalender Saka dan Kalender Pakuwon, yang berfungsi sebagai pedoman penentuan waktu yang mengatur penentuan hari baik, pelaksanaan ritual adat tertentu hingga mengatur penetapan perayaan keagamaan seperti Hari Raya Nyepi, Galungan, dan Kuningan.

Itulah daftar perbedaan dari Hindu India dan Hindu Bali yang harus kamu tahu. Jadi, jangan salah paham lagi ya ketika mengartikan makna dan fungsi dari agama Hindu di kedua wilayah tersebut. Semoga informasinya bermanfaat ya, detikers!