Lombok Barat –
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memberi ultimatum keras kepada pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat terkait lambannya penanganan jalan putus di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong.
“Kalau terulang sekali lagi, jangan bermimpi masih tetap dijabatannya. Mau siapapun, enggak urus saya. Selama dia setengah-setengah bekerja, silahkan mundur,” tegasnya, Selasa (3/3/2026).
LAZ menilai instruksinya tidak segera ditindaklanjuti saat jalan kabupaten penghubung Desa Taman Baru dan Desa Buwun Mas itu putus akibat longsor. Ia mengaku sudah turun langsung ke lokasi dan memerintahkan penanganan darurat dilakukan keesokan harinya agar akses warga segera terbuka.
“Penyebab masalahnya ini adalah, kenapa tidak ditindaklanjuti arahan saat saya kunjungan itu, saya suruh besoknya turun,” katanya.
Menurut LAZ, penanganan darurat semestinya bisa dituntaskan dalam sehari tanpa harus terhambat birokrasi. Namun, perbaikan baru dilakukan lima hari setelah jalan rusak.
“Ada uang, tinggal bayar pekerja. Terus apa letak sulitnya,” ujarnya.
Ia juga menyesalkan insiden seorang pasien asma yang harus digendong melewati jalan putus untuk mendapat pertolongan medis.
“Ini adalah ruang introspeksi dirilah. Kita ambil hikmahnya saja,” imbuhnya.
Akibat kejadian itu, LAZ mengumpulkan seluruh jajaran untuk evaluasi. Dalam rapat tersebut, pejabat BPBD Lombok Barat disebut telah diberi peringatan terakhir.
Sebelumnya, jalan kabupaten penghubung Desa Taman Baru dan Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, putus total diterjang longsor pada Rabu (25/2/2026). Longsor dipicu besarnya air kiriman dari perbukitan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih tiga hari.
Jalan tersebut memang kerap terdampak longsor saat hujan deras. Namun, kali ini kondisinya paling parah hingga membuat akses kendaraan roda dua dan roda empat terputus total.
