Koster Lobi Menteri Bappenas Percepat Infrastruktur Darat dan Laut di Bali

Posted on

Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster melobi pemerintah pusat agar mempercepat pembangunan infrastruktur darat dan laut di Pulau Dewata. Hal itu disampaikan langsung kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rahmat Pambudy.

Permintaan tersebut disampaikan Koster saat menerima kunjungan Rahmat di Jayasabha, Rabu (11/2/2026). Dalam pertemuan itu, Koster memaparkan sejumlah program prioritas infrastruktur yang dinilai krusial untuk mendorong pemerataan pembangunan di Bali.

“Saat ini kami fokus pada peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah seperti Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan lainnya. Ini bertujuan untuk pemerataan,” kata Koster dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).

Koster menyebut, rencana pembangunan infrastruktur tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum guna mendapatkan dukungan serta bantuan pendanaan. Ia juga meminta Rahmat ikut mendorong agar rencana tersebut dapat segera direalisasikan.

“Saya mohon Pak Menteri mendorong agar lebih mantap lagi,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Koster turut menyoroti proyek Tol Gilimanuk-Mengwi yang hingga kini belum memiliki kepastian kelanjutan pembangunan. Tol sepanjang 96 kilometer tersebut dinilai penting untuk mengurai kemacetan di Bali.

“Kami masih butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan,” sebut Koster.

Selain jalur darat, Koster juga menekankan perlunya penguatan transportasi laut untuk mengurangi beban angkutan logistik di jalan raya. Upaya itu, menurutnya, perlu didukung dengan peningkatan kapasitas tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Celukan Bawang, Amed, dan Kusamba.

Ia menjelaskan, kendaraan logistik dari Pelabuhan Ketapang dapat langsung diarahkan ke Pelabuhan Celukan Bawang. “Sementara untuk Bali timur bisa ditangani di Pelabuhan Amed atau Kusamba,” ujar Gubernur asal Buleleng itu.

Koster menambahkan, jika ketiga pelabuhan tersebut dapat beroperasi secara optimal, maka volume kendaraan logistik di jalur darat akan berkurang. Dampaknya, kemacetan lalu lintas di Bali dapat ditekan.

Menanggapi permintaan tersebut, Rahmat menyatakan Kementerian PPN/Bappenas akan memprioritaskan pengembangan infrastruktur di Bali, tidak hanya di sektor darat dan laut.

“Bukan hanya darat dan laut, udara juga. Termasuk infrastruktur digitalisasi juga mesti dipercepat,” kata Rahmat.

“Ada LRT, untuk bandara baru masih dalam tahap skema,” lanjutnya.