Denpasar –
Konsumsi bahan bakar pesawat (avtur) di 15 bandara di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) diprediksi menurun sebesar 6,1 persen selama periode Ramadan hingga Idul Fitri. PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan avtur memadai selama arus mudik, dari 9 Maret-1 April 2026.
“Kami juga telah menyiapkan pasokan avtur dengan kapasitas yang memadai, terutama mengingat tingginya volume penerbangan selama arus mudik dan arus balik,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, Kamis (12/3/2026).
“Konsumsi avtur untuk penerbangan di Jatimbalinus kali ini diprediksi turun sebesar 6,1 persen dari rerata normal harian 3.316 kiloliter per hari,” imbuhnya.
Menurut Ahad, penurunan konsumsi avtur itu dipengaruhi oleh tidak adanya penerbangan komersial di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Hari Raya Nyepi. Selain itu, ada pula pembatalan penerbangan ke sejumlah negara akibat penutupan jalur udara rute Timur Tengah.
Seperti diketahui, Bandara Ngurah Rai akan menghentikan sementara operasional penerbangan saat Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Sekitar 440 pergerakan pesawat tidak beroperasi selama periode tersebut.
“Kurang lebih ada 440 movement atau pesawat yang akan berhenti beroperasi selama kegiatan Nyepi,” ujar Airport Operation and Security Services Bandara I Gusti Ngurah Rai, Goentoro, Sabtu (8/3).
Goentoro menjelaskan pengelola bandara telah menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait penghentian operasional bandara selama Nyepi. Adapun, Bandara Ngurah Rai mulai tutup pukul 06.00 Wita pada 19 Maret mendatang. Operasional bandara kembali beroperasi keesokan harinya.
“Kami sudah jauh-jauh hari menerbitkan NOTAM berkaitan dengan pelaksanaan Nyepi yang akan dimulai tanggal 19 sampai 20 (Maret), selama 24 jam,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bandara Ngurah Rai diprediksi akan melayani sekitar 1,1 juta penumpang selama periode libur Lebaran 2026. Periode angkutan Lebaran diperkirakan berlangsung selama 18 hari, dari 13-30 Maret 2026.
Adapun, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 1.130.436 orang dengan 6.742 pergerakan pesawat. Sementara puncak arus mudik di Bandara Ngurah Rai diprediksi terjadi pada 18 Maret atau sehari sebelum Nyepi dan puncak arus balik pada 28 Maret 2026.
