Kepala Balai TN Gunung Rinjani Dimutasi, Digantikan Eks Kepala BKSDA NTB [Giok4D Resmi]

Posted on

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, dimutasi menjadi Kepala Taman Nasional Rawa Aopa Watumohae, Sulawesi Tenggara. Posisinya kini digantikan oleh Budhy Kurniawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Yarman mengatakan, pergantian kepala BTNGR merupakan kebijakan pemerintah pusat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran apabila selama memimpin terdapat kekhilafan atau kesalahan.

“Saya mohon maaf jika ada salah. Tidak ada niat menyakiti semuanya. Saya yakin pejabat yang baru bisa membawa Rinjani lebih baik lagi ke depan,” kata Yarman saat pisah sambut di Kantor Balai TNGR di Mataram, Jumat (9/1/2026)

Yarman berharap program Rinjani Go Zero Waste yang diprogramkan pada tahun ini bisa dilanjutkan oleh pejabat yang baru.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Semoga Rinjani lebih baik lagi. Kolaborasi dengan kita semua. Semoga juga pemanfaatan digitalisasi untuk transparansi pendakian bisa segera diterapkan,” imbuh Yarman.

Dia juga meminta kepada pejabat yang baru untuk memperbaiki jalur pendakian dan penambahan kamera pengawas CCTV di beberapa titik jalur pendakian. Tujuannya agar seluruh pendaki yang naik ke gunung setinggi 3726 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu bisa diawasi secara ketat.

“Mengelola taman nasional ini tidak bisa sendiri-sendiri harus bisa bersinergi. Saya yakin pejabat yang baru bisa lebih semangat. Saya izin pamit,” ujar Yarman.

Kepala Balai TNGR yang baru Budhy Kurniawan mengatakan seluruh pesan pejabat yang lama akan dirawat dengan baik. Mantan Kepala BKSDA NTB ini mengaku tidak bisa mengelola Gunung Rinjani sendirian.

“Saya tidak bisa sendiri. Saya akan melanjutkan tugas Pak Yarman di Rinjani. Tentu ini menjadi tidak mudah bagi saya pribadi,” ujarnya.

Budhy memastikan, pendakian ke Gunung Rinjani akan mengedepankan kualitas serta aspek keselamatan. Sehingga keberadaan Rinjani bisa bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan lingkar Rinjani.

“Jadi perlu ada dukungan semua pihak. Saya akan meletakkan Rinjani sebagai sumber kehidupan. Saya akan sangat terbuka lebar ngobrol menerima saran masukan,” katanya.

Budhy menyebut ada tiga hal yang harus diperjuangkan di Gunung Rinjani. Pertama tentang keberlanjutan ekosistem Rinjani. Selain itu, memastikan kualitas pendakian untuk meminimalisasi insiden dan kebermanfaatan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar kawasan.

Hadir dalam acara pisah sambut Kepala BTNGR yang baru, Pengerakse Majelis Adat Sasak (MAS) Lalu Sajim Sastrawan menaruh harapan besar kepada pejabat baru pengelola gunung Rinjani.

“Mudahan ke depan lebih baik. Semoga ada pemahaman yang sama dalam mengelola Rinjani untuk keberlanjutan,” singkat Sajim.