Mataram –
Jajaran kepala desa (kades) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak rencana pemotongan anggaran dana desa (DD) untuk suntikan modal program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Penolakan itu disampaikan Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) NTB, Mastur.
Mastur mengatakan pemotongan DD itu akan membuat desa pincang. Apalagi, pemotongan itu sebesar 58% lebih dari alokasi semula.
“Saya setuju dengan program kopdes ini untuk meningkatkan taraf hidup kita, tetapi saya juga sesalkan adanya pemotongan dana desa,” kata Mastur kepada, Jumat (20/2/2026).
Mastur menduga dana desa yang diklaim untuk modal usaha Kopdes Merah Putih tersebut bukan bersifat sebagai jaminan sementara untuk pinjaman modal yang dikeluarkan oleh Himpunan Bank Negara (Himbara).
“Jika menjadi jaminan, dana itu tidak dipotong di rekening desa, tetapi ini yang kami terima sekarang sudah langsung dipotong,” ujar Mastur.
Desa Senggigi, tutur Matur, menerima Dana Desa sebesar Rp 1,3 miliar pada 2025. Namun, jumlahnya dipangkas hampir Rp 1 miliar pada 2026.
“Sekarang saya terima hanya Rp 350 juta. Kan kalau jadi jaminan dana itu tidak dipotong,” ujar Mastur.
Imbas pemotongan itu, alokasi dana pembangunan fisik di Desa Senggigi ditiadakan. Dana penanganan warga miskin juga ditiadakan. “Syukurnya kami punya PADes Rp 150 juta tahun ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) NTB, Wirawan Ahmad, tidak bisa berkomentar banyak soal rencana pemotongan anggaran Dana Desa untuk keperluan permodalan Kopdes Merah Putih.
“Kopdes ini kan merupakan kebijakan nasional. Merupakan program strategis nasional yang masih disukseskan oleh semua pihak, dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah desa harus ikut terlibat,” kata Wirawan.
Wirawan meluruskan isu pemotongan dana desa untuk dialihkan ke Kopdes Merah Putih sebetulnya adalah realokasi ke program lain.
“Sekarang sudah masuk tahap keempat. Kami dorong tahun ini semua Kopdes ini bisa menjalankan usahanya,” jelas Wirawan.
