Kisah ini terasa seperti alur serial superhero, tapi dengan sisi gelap yang nyata. Seorang pria yang pernah menghidupkan sosok pahlawan super di layar kaca Jepang kini justru dikenang karena aksi kriminalnya di dunia nyata.
Pria itu adalah Yasutomo Ihara, mantan pemeran pengganti serial Super Sentai, waralaba legendaris yang kemudian diadaptasi menjadi Power Rangers. Ihara ditangkap setelah memanfaatkan keahlian fisiknya untuk melakukan aksi pencurian berantai, dikutip dari infoPop, Kamis (15/1/2026).
Transformasi Ihara dari figur heroik menjadi kriminal mengejutkan banyak penggemar. Pria yang dulu dikenal lewat aksi-aksi ekstrem di balik kostum pahlawan itu justru mendapat julukan Pencuri Manusia Laba-laba, karena metode kejahatannya yang tak biasa.
Untuk melancarkan aksinya, Yasutomo Ihara memanjat tembok dan tiang demi membobol rumah.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Di dunia hiburan Jepang, Ihara memiliki reputasi solid sebagai stuntman. Ia terlibat dalam sejumlah proyek besar seperti Tensou Sentai Goseiger dan Kamen Rider OOO, termasuk menjalankan aksi untuk karakter pahlawan seperti Green Ranger.
Sebagai informasi, serial Super Sentai yang pertama kali tayang pada 1975 memang dikenal dengan tuntutan fisik ekstrem. Mulai dari koreografi pertarungan rumit, adegan jatuh dari ketinggian, hingga aksi salto berisiko tinggi.
Para pemeran pengganti seperti Ihara menjadi tulang punggung kesuksesan visual serial tersebut, meski kerap luput dari sorotan publik.
Namun, karier Ihara harus berhenti mendadak setelah ia mengalami cedera lutut serius. Tanpa pemasukan tetap dan peluang kerja yang semakin menipis, hidupnya perlahan berubah arah.
Menurut laporan kepolisian Jepang, Ihara bertanggung jawab atas 43 kasus pencurian rumah di berbagai wilayah. Ia kerap masuk lewat jendela lantai dua dengan cara memanjat dinding atau fasilitas umum di sekitar rumah target.
Pada 2014, aparat akhirnya menangkap Ihara. Ia didakwa mencuri uang tunai dan barang berharga senilai lebih dari 8 juta Yen. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 2020, pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepadanya.
Laporan dari The Mary Sue menyebutkan Ihara berniat menggunakan hasil curian untuk mendaftar ke sekolah akting profesional, dengan harapan bisa kembali meniti karier di industri hiburan. Ironisnya, ambisi untuk bangkit justru menyeretnya lebih dalam ke jurang hukum.
Beberapa tahun setelah vonis dijatuhkan, kisah Ihara kembali viral di media sosial, salah satunya setelah dibahas oleh kreator konten Project Nightfall.
Artikel ini telah tayang di infoPop. Baca selengkapnya
