Lombok Barat –
Dua kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), diterjang banjir. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak hingga sejumlah fasilitas publik rusak berat akibat banjir di Kecamatan Lembar dan Sekotong, Lombok Barat.
“Banjir terjadi karena hujan secara terus-menerus. Ini sebabkan genangan air di beberapa dusun di Desa Sekotong Barat dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, Minggu (22/2/2026).
Sadimin merinci sebanyak 182 KK atau sekitar 708 jiwa terdampak banjir di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong. Menurutnya, BPBD Lombok Barat masih melakukan asesmen terkait jumlah korban banjir di Desa Batu Putih.
“Kami sedang melakukan pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak,” imbuh Sadimin.
Banjir juga menyebabkan adanya tanah longsor dan ambruknya jembatan penghubung di Dusun Kambeng Dese. Jembatan yang ambruk tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar dengan Desa Mareje Kecamatan Lembar.
“Longsornya tanah di Dusun Kambeng Timur yang menutupi akses jalan dusun. Akses jalan masyarakat tertutup material longsor sehingga aktivitas masyarakat terganggu,” kata Sadimin.
Saat ini, Sadimin berujar, BPBD NTB bersama BPBD Lombok Barat melakukan survei dan pendataan terhadap dampak bencana. Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan terkait langkah penanganan darurat
“Kebutuhan mendesak adalah pembuatan jembatan darurat, makanan siap saji dan air bersih,” tegas Sadimin.
Sadimin mengimbau warga NTB untuk tetap waspada dan memperhatikan keselamatan saat musim hujan. Menurutnya, sebagian wilayah NTB sedang memasuki periode puncak musim hujan pada dasarian III Februari 2026 (21-28 Februari).
