Denpasar –
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali melakukan survei jalur mudik sekaligus pengecekan kesiapan pos dalam Operasi Ketupat Agung 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas menjelang Nyepi Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Survei kami lakukan selama dua hari dengan meninjau sejumlah titik strategis mobilitas masyarakat di Bali. Kami fokus pada pengecekan jalur penyebrangan dan jalur utama lalu lintas yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas selama periode mudik,” kata Dirlantas Polda Bali, Kombes Turmudi, Rabu (11/3/2026).
Tim Ditlantas Polda Bali mengecek sejumlah lokasi strategis pada hari pertama, seperti Pos Terpadu Pelabuhan Padangbai di Karangasem, Pelabuhan Ferry Padangbai, Pos Pelayanan Goa Lawah di Klungkung, Pelabuhan The Angkal Kusamba hingga Pos Pengamanan Masceti di Gianyar.
Pengecekan dilakukan terhadap kesiapan pos operasi, sarana dan prasarana pendukung hingga sistem pelayanan masyarakat. Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan guna memastikan kesiapan layanan penyeberangan dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.
“Kami melakukan survei langsung ke sejumlah jalur utama, pos operasi, serta kawasan pelabuhan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan sistem pengaturan lalu lintas. Hal ini penting agar pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026 dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Turmudi.
Selanjutnya, pada hari kedua, tim melanjutkan survei dengan mengecek jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Beberapa titik yang ditinjau antara lain Pos Terpadu Terminal Mengwi, Pos Pengamanan Selabih di Tabanan, Pos Pelayanan Gilimanuk hingga pengecekan kondisi jalur Bali utara.
Ditlantas Polda Bali dalam pengecekan itu juga memastikan kesiapan buffer zone kendaraan, kendaraan derek hingga bengkel siaga yang disiapkan untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Turmudi mengatakan telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk pengelola pelabuhan dan pemerintah daerah, guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur panjang.
“Tahun ini terdapat dinamika karena rangkaian Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri. Oleh karena itu, kami melakukan langkah-langkah antisipatif, termasuk penguatan pengaturan lalu lintas serta kesiapan pos pelayanan bagi masyarakat,” jelas Turmudi.
Berdasarkan hasil survei sementara, kesiapan pos operasi, jalur lalu lintas, serta sarana prasarana pendukung di sejumlah titik strategis dinilai siap untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026.
Turmudi juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di pos pengamanan dan pos pelayanan untuk aktif memberikan imbauan kepada masyarakat selama masa mudik. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Selain itu, Turmudi juga menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah masyarakat mengingat perayaan Nyepi Saka 1948 yang berdekatan dengan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Dengan kondisi ini, kami juga mengajak masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga suasana yang kondusif sehingga rangkaian perayaan hari besar keagamaan di Bali dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan,” jelas Turmudi.
