Buleleng –
Kondisi pedestrian di kawasan Pantai Happy, Desa Tukadmungga, Buleleng, Bali, kian memprihatinkan. Jalur pejalan kaki yang tepat di bibir pantai itu rusak parah karena kerap diterpa gelombang pasang.
Pantauan di lokasi, sejumlah paving block terlihat amblas dan terlepas dari susunannya. Struktur beton penahan di sisi luar juga jebol, menyisakan lubang menganga yang memperlihatkan bagian dalam konstruksi. Badan pedestrian di sejumlah titik bahkan ambles hingga membentuk cekungan cukup dalam.
Kerusakan tersebut berpotensi membahayakan pengunjung yang melintas, terutama saat sore hingga malam hari ketika kawasan pantai ramai aktivitas warga.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga menurunkan estetika kawasan pantai yang selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit warga untuk berolahraga maupun bersantai. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dikhawatirkan makin meluas akibat hantaman ombak yang terus menggerus pesisir.
Seorang pedagang di kawasan Pantai Happy, Kadek Hepi, mengatakan kerusakan pedestrian sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Ia memperkirakan kondisi itu sudah berlangsung lebih dari satu tahun.
“Rusaknya sudah lama, lebih dari setahun, karena sering kena geburan ombak juga, abrasi,” ujar Hepi, Kamis (5/3/2026).
Menurut Hepi, kerusakan itu membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Padahal, jalur pedestrian tersebut sebelumnya kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan santai hingga jogging pada pagi hari.
“Dahulu banyak yang jalan kaki atau jogging tiap pagi di sini. Tetapi sekarang, dengan kondisi seperti ini, jadi tidak bisa lagi dipakai dengan nyaman,” terang Hepi.
Hepi juga menyoroti penerangan yang minim di sekitar lokasi. Saat malam hari, area pedestrian yang rusak dinilai cukup berbahaya bagi pengunjung yang melintas.
“Kalau malam, apalagi tidak ada lampu, jadi agak bahaya juga,” imbuh Hepi.
Keluhan serupa disampaikan seorang pengunjung, Putu Agus. Ia menilai kerusakan yang terjadi membuat kondisi kawasan pantai kurang sedap dipandang. Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan pengunjung.
“Selain kurang enak dilihat, juga berbahaya kalau ada yang tidak sengaja terperosok karena tidak hati-hati,” ujar Agus.
Agus berharap pemerintah atau pihak terkait segera melakukan perbaikan agar jalur pedestrian bisa kembali dimanfaatkan masyarakat dengan aman.
