Beredar video yang merekam info-info kejadian longsor pada lubang galian tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi, Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Senin (12/1/2026). Kejadian tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook @El_Wiren_En_Tane memperlihatkan ketegangan saat kejadian. Terlihat puluhan penambang tengah menghalau tanah longsor yang hendak menutup lubang yang sedang digali. Sejumlah penambang juga berhamburan keluar lubang karena panik.
Dalam video berdurasi 53 info tersebut, terdengar teriakan warga yang di atas lubang meminta rekan-rekannya yang di dalam untuk segera naik karena tanahnya longsor. Upaya penyelamatan berlangsung cukup dramatis, mulai dari mengganjal tanah menggunakan kayu hingga tangan kosong.
Situasi kian mencekam setelah tanahnya semakin longsor. Sejumlah penambang terus berteriak agar rekan-rekan di dalam lubang segera naik.
“Yakin ruk iku malik, loek dengan to dalam. Loek. Awas-awas (Mau longsor lagi ini. Banyak di dalam, awas-awas),” katanya dalam video tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah kembali menutup aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi, Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Senin. Penutupan dilakukan menyusul terjadinya longsor di lubang galian yang mengakibatkan tiga orang penambang mengalami luka-luka.
Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mendalami peristiwa itu.
“Hari ini unit turun ke lapangan untuk mendapatkan informasi lebih lengkap,” katanya kepada infoBali, Selasa (13/1/2026).
Punguan belum menjelaskan secara detail kronologi kejadian. Namun, ia memastikan ketiga korban mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Tidak ada warga meninggal. Langsung dapat pertolongan saat mencoba menambang,” tegasnya.
Ia menambahkan, aktivitas penambangan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Pihak kepolisian bahkan telah memberikan peringatan melalui pemasangan plang larangan, tapi imbauan itu tidak dihiraukan.
“Sudah ada imbauan berupa pemasangan spanduk. Namun masih ada warga yang coba-coba menambang diam,” imbuhnya.
