Gianyar –
Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun memastikan pasokan sejumlah bahan pokok aman menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. Meski begitu, ia mengakui ada beberapa bahan pangan yang langka sejak dua bulan terakhir. Salah satunya adalah cabai bontok.
Mayun mengatakan kelangkaan cabai bontok disebabkan oleh faktor cuaca dan hujan deras belakangan ini. Menurutnya, cabai khas Bali itu bisa dipanen dengan kualitas yang baik saat cuaca cerah.
“Menanam cabai bontok itu memang cuacanya harus hangat atau panas,” kata Mayun seusai meninjau pasar murah Polres Gianyar di eks Pasar Blahbatuh, Jumat (13/3/2026).
Kelangkaan pasokan itu membuat harga cabai bontok di Pasar Rakyat Gianyar tembus Rp 100 ribu per kilogram (kg). Padahal, dalam situasi normal, harga cabai bontok berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per kg. Kenaikan harga cabai bontok ini sudah terjadi sejak awal Februari 2026.
Meski begitu, Mayun menyebut stok bahan pangan seperti beras, minyak goreng, dan lainnya masih aman. Dia mengeklaim harga berbagai kebutuhan pokok tersebut tidak ada kenaikan yang signifikan.
“Kami di pemerintahan sudah antisipasi sebelumnya. Hingga kini juga masih berupaya mengantisipasi ketersediaannya. Sejauh ini, kami juga berusaha mengendalikan (harga),” ujar Mayun.
“Kenaikan harga hanya faktor fluktuasi, bukan unsur kesengajaan,” imbuhnya.
Kapolres Gianyar AKBP Chandra Kesuma mengatakan sudah menggelar operasi untuk menelusuri kemungkinan terjadinya penimbunan bahan pangan. Sejauh ini, dia berujar, belum ada indikasi aksi penimbunan yang berujung kelangkaan sejumlah bahan pangan pokok di Gianyar.
“Kami sudah turun lapangan dan penyelidikan. Hingga kini, tidak ada kelangkaan dan tidak ada penimbunan,” kata Chandra.
Chandra mengatakan Satgas Pangan Polres Gianyar rutin memantau sejumlah pasar dan distributor bahan pangan pokok di Gianyar menjelang Nyepi dan Idul Fitri. “Laporan dari Satgas Pangan kami, tidak ada distribusi bahan pokok yang macet. Semuanya baik-baik saja,” pungkasnya.
