Denpasar –
Makan sahur saat bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang tinggi dibanding sahur pada puasa sunnah. Bahkan terhitung sebagai sunnah muakkadah atau anjuran yang sangat kuat.
Namun, seringkali muncul pertanyaan mengenai makan sahur, salah satunya adalah terkait menyantap sahur dalam kondisi junub. Apakah diperbolehkan menyantap hidangan sahur jika dalam kondisi junub? Terutama saat waktu makan sahur telah mendesak atau mepet dengan waktu subuh.
Berikut ini ulasan mengenai hukum makan sahur dalam kondisi junub. Simak selengkapnya!
Apa Itu Junub?
Junub adalah keadaan ketika seseorang sedang berhadas besar. Hadas besar ini terjadi karena keluarnya air mani (sperma) atau hubungan badan suami istri. Hadas besar harus disucikan dengan cara melakukan mandi wajib.
Dalam keadaan junub tersebut, seseorang dilarang untuk melakukan ibadah seperti salat/thawaf, menyentuh Al-Quran, atau itikaf di masjid. Terkait dengan ibadah puasa, terjadi kesepakatan bahwa hal tersebut tidak menjadi syarat sah berpuasa. Tetapi jika kondisi junub terjadi karena hubungan badan atau memaksa keluar sperma, maka puasanya menjadi batal
Bagaimana Hukum Makan Sahur Kondisi Junub?
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Kondisi junub tidak menjadi penghalang untuk melaksanakan makan sahur dan berpuasa. Jika dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah didatangi waktu fajar dalam keadaan junub (karena hubungan suami-istri) dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hadits tersebut menjadi dalil utama bahwa makan sahur dan memulai puasa keadaan junub adalah boleh, sebab tidak membatalkan puasa orang tersebut. Ulama dari 4 mazhab seperti Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali sepakat bahwa sahur dan memulai puasa dalam keadaan tersebut adalah sah. Tetapi mazhab Maliki berpendapat bahwa hal tersebut adalah makhruh tanpa uzur.
Meski diperbolehkan, tetapi ada baiknya untuk membersihkan atau mencuci kemaluan saat akan menyantap sahur. Hal ini terkait adab atau perilaku yang baik serta menjaga kebersihan diri saat akan memulai ibadah puasa Ramadhan.
