Denpasar –
Mandi junub adalah kegiatan untuk menyucikan diri dari hadas besar. Keluarnya mani, baik karena mimpi basah atau hubungan badan, adalah salah satu penyebab terjadinya hadas besar. Mandi junub menjadi wajib agar seorang muslim dapat melakukan ibadah tanpa terhalang kesucian.
Jika terjadi pada saat akan berpuasa, kapan waktu untuk melakukan mandi junub? Simak ulasan berikut!
Kapan Batas Waktu Mandi Junub?
Pada dasarnya, tidak ada ketentuan mendasar mengenai waktu mandi junub, termasuk saat puasa Ramadan. Diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim, Nabi Muhammad Rasulullah SAW pernah mengalami kondisi junub saat fajar karena berhubungan dengan istrinya dan lantas beliau mandi dan berpuasa.
Suci dari hadas besar bukan menjadi syarat utama melakukan ibadah puasa, kecuali melakukan hal-hal yang memang dilarang, puasanya tetap sah meski dalam kondisi junub. Namun, jika kondisi mendesak atau mepet waktu subuh, maka lebih baik mendahulukan sahur.
Quraish Shihab, pendiri Pusat Studi Al-Qur’an, menerangkan melakukan mandi junub didasari oleh pelaksanaan salat subuh, bukan karena membatalkan puasa. Oleh sebab itu, batas akhir mandi junub adalah sebelum habisnya waktu subuh.
Doa dan Tata Cara Mandi Junub
Mandi junub memiliki niat dan tata cara yang perlu diperhatikan. Berikut bacaan niat mandi junub.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta’ala.
Artinya: Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardu karena Allah ta’ala.
Bagi yang bermazhab syafi’i, bacaan niat ini diucapkan bersamaan ketika air membasuh tubuh pertama kali. Adapun tata cara mandi junub adalah sebagai berikut.
- Berwudhu dengan sempurna.
- Membasuh kepala sembari mengucapkan niat mandi junub.
- Membasuh badan sebelah kanan tiga kali dan dilanjutkan membasuh badan sebelah kiri tiga kali.
- Menggosok area badan dari depan ke belakang.
- Jangan lupa untuk membasuh setiap area badan beserta kulit kepala dan sela-sela jenggot bila memiliki.
- Hindari menyentuh area kelamin, bila tersentuh sebaiknya berwudhu lagi.
