Kupang –
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Dugaan tindak kekerasan kembali terjadi di dunia pendidikan. SMN (16), seorang pelajar putri di sebuah SMA negeri di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pingsan dan masuk rumah sakit. Diduga, SMN dianiaya oleh gurunya, Vince Aplugi. Peristiwa itu terjadi saat pelajaran di kelas tengah berlangsung, sekitar pukul 12.00 Wita, Selasa (24/2/2026).
“Terlapor menganiaya korban dengan menggunakan botol yang berisikan air mineral serta menarik rambut dan membanting korban di kursi hingga pingsan dan merasa sakit di bagian kepala dan merasa pusing,” ujar Kasat Reskrim Polres Belu AKP Rachmat Hidayat kepada, Rabu (25/2/2026).
Diminta Menggambar Sel Saraf
Rachmat menuturkan kejadian itu bermula saat SMN sedang mengikuti ujian mata pelajaran Biologi di dalam kelas. Dalam ujian itu ada soal yang jawabannya harus menggambar sel saraf. Namun, SMN bersama teman-temannya tak bisa menggambar.
Atas dasar itu, Vince yang merupakan guru Biologi langsung memukul SMN dengan botol di bagian kepala SMN. Setelah itu, Vince memberikan botol tersebut kepada SMN.
SMN lantas membuangnya ke tempat sampah. Mendengar adanya bunyi, Vince langsung menanyakan terkait siapa yang membuang botol tersebut. SMN kemudian mengaku bahwa dirinya yang membuang.
Diduga Dijambak-Dibanting
Setelah itu, Vince langsung menghampiri dan menjambak rambut korban. Tak cuma itu, dia juga membanting korban di atas kursi hingga pingsan dan pusing di bagian kepalanya. Seusai kejadian, SMN langsung mendatangi Polres Belu untuk membuat laporan polisi guna diproses sesuai hukum yang berlaku. Meski demikian, Rachmat berujar, polisi sudah melakukan visum terhadap korban.
“Korban belum kami periksa karena menyangkut belum bisa kasih keterangan. Rencananya Senin kami periksa,” tutur mantan Kapolsek Kota Lama, Polresta Kupang Kota itu.
