Gianyar –
Bali United menghadapi krisis gelandang jangkar jelang laga melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-20 Super League 2025/2026. Kondisi ini terjadi setelah Brandon Wilson, yang selama ini menjadi gelandang pemutus serangan utama, masih menjalani pemulihan cedera.
Absennya Brandon membuat pilihan di sektor gelandang bertahan menjadi terbatas. Praktis, hanya Tim Receveur yang tersedia sebagai opsi. Namun selama ini peran Receveur lebih sering dimainkan sebagai gelandang box to box atau penghubung aliran bola dari lini belakang ke depan, dan sebaliknya.
Pelatih Bali United Johnny Jansen sebelumnya sempat mencoba alternatif lain. Saat menghadapi Semen Padang, ia menempatkan Kadek Agung dan Kadek Arel sebagai gelandang pemutus serangan. Namun skema tersebut dinilai belum memberikan hasil yang memuaskan.
Terkait kondisi Brandon Wilson, Johnny Jansen menyebut sang pemain diperkirakan masih akan absen selama tiga hingga empat pekan ke depan. Meski demikian, terdapat perkembangan positif karena Brandon sudah kembali mengikuti latihan, meski masih terpisah dari pemain lainnya.
Johnny Jansen menegaskan tim pelatih tidak ingin mengambil risiko lebih jauh. Menurutnya, kondisi Brandon masih rentan terhadap kontak fisik dalam pertandingan kompetitif.
“Brandon Wilson masih cedera. Saya perkirakan dia akan absen sekitar tiga hingga empat pekan ke depan. Kabar baiknya, dia sudah mulai kembali ke lapangan dan mulai berlari lagi. Semoga dalam beberapa minggu ia bisa kembali bergabung dengan tim,” ujar Coach Johnny Jansen, Rabu (4/2/2026).
Sepanjang musim ini, Brandon Wilson telah tampil dalam 13 pertandingan dan mencatatkan 1 assist. Sebagai gelandang pemutus serangan, pemain berdarah Australia-Botswana itu juga kerap menerima kartu. Dari 13 laga tersebut, Brandon telah mengoleksi 4 kartu kuning.
