Denpasar –
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat peningkatan signifikan kedatangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara sepanjang tahun 2025. Sepanjang tahun tersebut, tercatat sekitar 6,9 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 26 juta wisatawan nusantara (wisnus) berkunjung ke Bali.
“Dari Januari sampai Desember 2025 kunjungan wisman yang langsung datang ke Bali tercatat sebanyak 6.948.754. Angka ini naik sebesar 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya secara year on year (yoy),” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali I Made Agus Adnyana, Senin (2/1/2026).
Kedatangan wisman melalui pintu udara meningkat 9,50 persen, dari 6,3 juta menjadi sekitar 6,9 juta kunjungan. Sementara itu, kedatangan melalui pintu laut melonjak tajam sebesar 65,88 persen, dari 24,8 ribu menjadi 41,2 ribu kunjungan.
Wisman yang berasal dari wilayah Asia, Eropa, dan Oseania menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sebaliknya, kunjungan dari kawasan ASEAN justru sedikit menurun dibandingkan tahun 2024.
“Wisman dari Asean tercatat turun satu satunya. Yang lainnya dari Asia, Eropa, Oceania, Amerika Serikat, Timur Tengah, secara tahun 2025 mengalami peningkatan,” katanya.
Australia menjadi penyumbang wisatawan terbesar dengan 1,63 juta kunjungan atau sekitar 23,44% dari total wisman, serta mengalami pertumbuhan 5,46%.
Negara lain yang juga mencatat kontribusi besar antara lain India, Tiongkok, Korea Selatan, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura dan Jepang. Negara-negara tersebut hampir semua menunjukkan tren pertumbuhan positif, hanya Singapura yang mengalami sedikit penurunan
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Bali mencapai 26,6 juta perjalanan, meningkat 17,53 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 22,6 juta perjalanan.
“Total wisnus yang ke Bali di tahun 2025 yaitu sebanyak 26.615.306 perjalanan, ini meningkat dari tahun 2024 sebanyak 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Kenaikan ini terutama didorong oleh wisnus intra-provinsi, yang tumbuh signifikan sebesar 27,17 persen, dari 16,4 juta menjadi 20,9 juta perjalanan. Sebaliknya, wisnus antarprovinsi justru mengalami penurunan 8,02 persen, dari 6,2 juta menjadi 5,7 juta perjalanan.
Dilihat dari tujuan kabupaten/kota, Badung menjadi daerah dengan kunjungan tertinggi sebesar 7.028.296 perjalanan, disusul Denpasar sebanyak 5.354.919 perjalanan. Keduanya sama-sama mencatat pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalo kita melihat kunjungan yang intra dari kabupaten di Bali itu paling tinggi tercatat di Kabupaten Badung sebesar 7,028,296 perjalanan, diikuti oleh Denpasar sebanyak 5,354,919. Semuanya mengalami peningkatan,” ujarnya.
Disusul Gianyar dan Tabanan yang juga menunjukkan kenaikan cukup tinggi. Hampir seluruh kabupaten/kota di Bali mengalami pertumbuhan kunjungan wisnus selama 2025.
Berdasarkan asal provinsi, mayoritas wisnus ke Bali berasal dari Jawa Timur dengan proporsi 40,88%, diikuti oleh DKI Jakarta (10,66%), Jawa Barat (10,09%), dan Jawa Tengah (9,86%).
Penerbangan Internasional Naik, Domestik Masih Turun
BPS Bali mencatat sepanjang 2025 penerbangan internasional dari Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkat sebanyak 7,72 persen, tapi terdapat penurunan penerbangan domestik.
“Secara kumulatif dari Januari-Desember 2025, jumlah penerbangan internasional yang berangkat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat 39.115 penerbangan. Ini mengalami peningkatan sebesar 7,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Adnyana.
Jumlah penumpang internasional juga meningkat menjadi 7.603.574 orang atau naik 7,97 persen selama 2025. Selama tahun 2025, penerbangan ke Australia tercatat paling banyak, yaitu 11.866 penerbangan.
Tujuan utama berikutnya, Singapura dan Malaysia, meski masing-masing mengalami penurunan. Sementara itu, rute ke Tiongkok dan Thailand menyusul dengan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Untuk tujuan keberangkatan penumpang internasional, Australia mencatat 2.073.899 penumpang, diikuti Singapura dengan 1.357.697 penumpang, Malaysia 868.229 penumpang, Uni Emirat Arab sebanyak 430.759 penumpang, dan Tiongkok 394.502 penumpang.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Di sisi lain, penerbangan domestik justru mengalami penurunan. Sepanjang 2025, jumlah penerbangan domestik yang berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat sebanyak 32.536 penerbangan atau turun 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penerbangan domestik yang berangkat dari bandara ngurah rai tercatat sebanyak 32.536 ini mengalami penurunan sebanyak 6,44 persen,” katanya.
Jumlah penumpang domestik juga menurun menjadi 4.314.081 orang atau turun 8,58 persen secara tahunan.
Untuk tujuan penerbangan domestik, rute menuju Jakarta (Soekarno-Hatta) masih mendominasi dengan 13.749 penerbangan, disusul Surabaya (4.180), Labuan Bajo (2.155), Lombok-Praya (1.860), dan Ujung Pandang-Makassar (1.778). Meski sebagian besar rute mengalami penurunan, penerbangan ke Labuan Bajo justru mencatat pertumbuhan sebesar 17,44 persen.
Sementara itu, dari sisi tujuan keberangkatan penumpang domestik, Jakarta (Soekarno-Hatta) tetap menjadi tujuan utama dengan 2.129.789 penumpang, diikuti Surabaya (641.861), Labuan Bajo (261.086), Ujung Pandang (236.413), dan Jakarta-Halim Perdanakusuma (189.311).
