Bima –
Wali Kota Bima A Rahman mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima untuk menggunakan LPG nonsubsidi. Tabung LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi diminta hanya digunakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Permintaan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor 72 tahun 2026 tentang imbauan penggunaan LPG 3 kg bersubsidi sesuai peruntukan. SE itu diterbitkan pada 3 Maret 2026 dan ditandatangani A Rahman.
Dalam SE, LPG 3 kg merupakan LPG tertentu yang diberikan subsidi oleh pemerintah dan diperuntukkan untuk rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Sementara ASN tidak termasuk dalam kelompok penerima manfaat LPG 3 kg bersubsidi.
“Kepada seluruh ASN di lingkup Pemkot Bima agar menggunakan LPG nonsubsidi (tabung 5,5 kg hingga 12 Kg) untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga,” ungkap A Rahman dikutip dalam SE pada Jumat (5/3/2026).
Dalam SE itu, A Rahman mengimbau pimpinan OPD untuk melakukan sosialisasi sekaligus pengawasan internal kepada seluruh pegawai di unit kerjanya masing-masing.
“SE itu bersifat imbauan untuk mendukung kebijakan subsidi agar tepat sasaran. Sekaligus menindaklanjuti edaran Gubernur NTB yang juga menghimbau ASN agar tak menggunakan LPG 3 kg,” jelas Wali Kota.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima, Ruslan, menegaskan pendistribusian LPG 3 kg wajib mengacu pada ketentuan yang berlaku. Yakni dengan memprioritaskan rumah tangga sebagai sasaran utama penerima subsidi.
“Selain itu, LPG 3 kg juga diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam regulasi,” kata dia.
Untuk itu, Ruslan meminta seluruh pangkalan agar tidak menyalurkan LPG 3 kg bersubsidi kepada ASN. Hal itu untuk mencegah potensi penyimpangan distribusi serta menghindari lonjakan harga di tingkat konsumen.
“Kami meminta pemerintah kelurahan beserta unsur terkait (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) agar berperan aktif melakukan pengawasan dan memastikan distribusi LPG 3 kg berjalan normal dan tepat sasaran,” ujar dia.
Sejauh ini, stok hingga penyaluran LPG 3 kg di Kota Bima masih relatif stabil dan tidak ada kelangkaan. Bahkan telah terealisasi penambahan pasokan di wilayah Kota Bima dalam beberapa hari terakhir.
“Stoknya masih aman. Dan baru-baru ini ada penambahan 3.920 tabung yang sudah terealisasi pendistribusian,” katanya.
Ruslan menambahkan tambahan pasokan itu untuk menjaga ketersediaan dan menjamin stok LPG 3 kg bersubsidi selama Ramadan hingga Lebaran di wilayah Kota Bima
“Lebih untuk menjaga stabilitas ketersediaan khususnya bagi masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri,” tandasnya.
