Mataram –
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran berdampak pada layanan vaksinasi internasional di RSUD Moh Ruslan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh warga yang berencana melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu dekat.
Direktur RSUD Moh Ruslan Eka Nurhayati mengatakan pihaknya sebelumnya menargetkan pendapatan maksimal dari layanan vaksinasi internasional pada tahun ini. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik membuat sebagian masyarakat menunda rencana perjalanan ke luar negeri sehingga permintaan vaksin ikut menurun.
“(Target pendapatan) sebanyak-banyaknya. Kami optimis. Tapi begitu ada perang ini, wah jadi tertunda semua orang untuk perjalanan. Makanya nggak berani muluk-muluk dulu lah,” katanya, Jumat (5/3/2026).
Eka menuturkan, ada beberapa jenis vaksin yang disediakan RSUD Moh Ruslan untuk warga yang membutuhkan vaksin untuk perjalanan ke luar negeri. Antara lain vaksin meningitis, yellow fever, dan masih banyak lagi.
“Setelah kami buka, Alhamdulillah beberapa calon jemaah banyak yang menggunakan fasilitas itu. Semua vaksin yang dibutuhkan untuk orang traveling (ada di sini). Jadi mau ke negara A, B, C, D kan ada syarat-syaratnya, termasuk umrah, meningitis untuk umrah ada,” terangnya.
Menurut Eka, tak hanya warga Mataram, layanan vaksinasi internasional ini juga diminati warga asing. Layanan ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi rumah sakit.
“Rumah sakit sekarang mau bertransformasi. Mencari pendapatan rumah sakit selain dari pasien-pasien BPJS. Salah satunya ini, itu bagian dari medical tourism kita juga,” tuturnya.
Dari sisi tarif, tarif vaksin internasional yang ada di RSUD Moh Ruslan ditetapkan sesuai aturan yang berlaku. Contohnya saja, vaksin influenza Rp 305 ribu, vaksin meningitis Rp 400 ribu, dan vaksin polio Rp 250 ribu.
Ajeng, salah seorang warga Kota Mataram mengaku menunda untuk melakukan vaksin meningitis pasca pecahnya perang AS dan Israel dengan Iran.
“Takut aja, lebih baik ditunda dulu deh. Tunggu suasana aman, kondusif. Nggak tenang kalau maksain bepergian,” katanya, Jumat.
