Mataram –
Sebanyak 80 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Adi Sucipto, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), bakal direlokasi pekan ini. Mereka bakal dipindahkan ke halaman eks Bandara Selaparang. Sementara, kawasan Adi Sucipto yang kerap macet dan kumuh akibat keberadaan PKL akan ditata menjadi lebih rapi dan tertib.
“Tadi Pak Camat sudah menyampaikan (ke saya), mungkin tanggal 25 ini, sudah disepakati untuk bisa dimanfaatkan lahan itu. Kerja sama dengan Angkasa Pura sudah bisa kita laksanakan bersama,” kata Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (23/2/2026).
Mohan berharap kerja sama ini bisa terealisasi dengan jangka waktu yang panjang, mengingat banyak manfaat yang akan dirasakan oleh masing-masing pihak.
“Kita punya satu kawasan khusus untuk menjadi zona PKL, UMKM, yang bisa kita kerja samakan secara panjang. Dan saya kita, kerja sama ini bisa memberi manfaat bagi semua pihak, pedagang, angkasa pura, serta Pemerintah Kota Mataram,” ujarnya.
Dari informasi yang didapatkan, Mohan menyebut ada sekitar 80 PKL yang akan sudah mendaftar untuk nantinya ditempatkan di dalam area eks Bandara Selaparang. Angka ini diprediksi akan terus bertambah. Hal itu mengingat luas lahan berdagang yang sangat strategis.
“Sudah 80 yang eksisting, tapi saya sudah sampaikan kemungkinan akan bertambah. Melihat luasan wilayah itu, (yang) masih cukup leluasa untuk ditampung, barang kali intervensi pemerintah supaya ada keseragaman dan pengaturan yang lebih baik di situ,” terang Mohan.
Seperti diketahui, area Eks Bandara Selaparang tak lagi aktif beroperasi sejak 2011. Meski tak lagi aktif, beberapa area kerap digunakan untuk konser atau pun event nasional lainnya.
