Jembrana –
Warga negara asing (WNA) asal Swiss, Piero Guicciardi (34), ditemukan meninggal dunia di sebuah vila di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. Korban diketahui telah tinggal di Bali sejak 5 Januari 2026.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Piero menginap di vila tersebut sejak awal Januari dan menetap di kawasan Medewi selama lebih dari satu bulan sebelum ditemukan meninggal dunia. Pria berusia 34 tahun itu dikenal memiliki gaya hidup aktif dan gemar berselancar.
“Korban diketahui memang suka berselancar dan dalam sehari bisa sampai dua kali turun berselancar di Pantai Medewi,” ungkap Citra saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri aktivitas korban sejak pertama kali tiba hingga sebelum ditemukan meninggal. Saksi yang diperiksa antara lain teman dekat korban, pengelola vila, serta pemilik warung makan tempat korban terakhir terlihat.
“Untuk sementara yang sudah kita dalami adalah keterangan dari temannya, kemudian dari pemilik penginapan, pegawai penginapan, termasuk juga tempat makan dia terakhir,” imbuh Citra.
Keterangan para saksi ini dikumpulkan untuk memetakan kondisi kesehatan maupun aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia di kamarnya. Meski penyelidikan terus berjalan, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab medis kematian Piero. Proses autopsi masih terganjal izin dari pihak keluarga.
Berdasarkan koordinasi dengan pihak konsulat, orang tua korban saat ini sedang mengurus administrasi perjalanan menuju Bali.
“Kami masih menunggu kehadiran dari orang tua yang bersangkutan untuk pelaksanaan autopsi. Informasinya mereka masih proses pengurusan paspor,” ujar Citra.
Diberitakan sebelumnya, seorang warga negara (WN) Swiss, GP (35), ditemukan meninggal dunia di salah satu hotel di kawasan Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. Korban ditemukan tidak bernyawa tadi malam.
Polisi menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 19.00 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, jajaran Polres Jembrana langsung mendatangi lokasi untuk mengecek dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Benar, kami menerima informasi adanya WNA laki-laki meninggal dunia. Tim kemudian langsung melakukan olah TKP,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).






