WN AS Pembunuh Ibu Kekasih-Dimasukkan Koper Diusir dari Bali Seusai Bebas

Posted on

Badung

Warga negara (WN) Amerika Serikat (AS), Tommy Schaefer, dideportasi alias diusir dari Bali, Selasa (24/2/2026) malam. Ia dideportasi seusai mendekam selama 18 tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Badung.

“Yang bersangkutan bebas murni dan telah selesai masa pidananya. Maka selanjutnya, kami serahkan ke pihak imigrasi untuk langsung dideportasi ke negara asal,” ungkap Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kerobokan, Moretska Victor Noya, saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Tommy adalah salah satu pembunuh perempuan bernama Sheila von Wiese MackSt di Regis Bali Resort, Nusa Dua, Badung, pada 2014. Wiese Mack adalah ibu dari Heather Lois Mack, kekasih Tommy. Tommy membunuh Wiese Mack bersama Heather.

Nova menuturkan Tommy keluar dari Lapas Kerobokan pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Pembebasan Tommy dilakukan sesuai ketentuan hukum. Selama menjalani masa pidana, ia disebut mengikuti berbagai program pembinaan dan beberapa kali memperoleh remisi sehingga turut memengaruhi masa akhir hukumannya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, mengatakan Tommy dikawal imigrasi dan Kedutaan AS saat proses deportasi.

“Proses pendeportasian yang bersangkutan dilakukan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan pengawalan melekat oleh petugas Rudenim Denpasar hingga yang bersangkutan memasuki pintu pesawat Menuju Amerika Serikat,” jelas Felucia.

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan wanita lalu dimasukkan dalam koper pada 2014 menjadi perhatian internasional. Kasus ini menjadi perhatian terutama lantaran cara pelaku menyembunyikan jasad korban di dalam koper.

Tragedi itu berawal saat Schaefer dan Heather tiba di Bali, Senin (11/8/2014). Mereka menginap di sebuah hotel di Nusa Dua, Kabupaten Badung. Alih-alih menikmati liburan, yang dilakukan Tommy dan Heather hanya berdiskusi soal bagaimana cara menghabisi nyawa Wiese Mack.

Keesokan harinya, sejoli itu memutuskan untuk membunuh Wiese Mack. Istri mendiang musikus James L. Mack tersebut dibunuh pada Selasa (12/8/2014) pukul 09.00 Wita. Di kamar St. Regis Bali Resort, kepala Wiese Mack dihantam berkali-kali dengan mangkuk hingga berdarah dan tewas.

Selesai menghabisi Wiese Mack, Heather dan Tommy lalu memutar otak untuk menutupi kejahatan mereka. Mereka akhirnya berencana menelantarkan jasad Wiese Mack di dalam bagasi taksi.

Sebelum rencana itu terjadi, Heather dan Schaefer merampok Wiese Mack. Kartu kredit dan sejumlah uang Wiese Mack digasak Schaefer dan Heather. Selesai merampok Wiese Mack, sejoli itu lalu memanggil taksi.

Taksi tiba pukul 12.00 Wita. Schaefer dan Heather menggotong dan memasukkan koper berisi jasad Wiese Mack ke dalam bagasi taksi. Kemudian, mereka kabur dengan alasan ingin mengurus administrasi di meja resepsionis.

Namun, dua jam berlalu, batang hidung Heather dan Schaefer tak tampak. Sang sopir taksi bernama Ketut Wirjana, mulai gelisah. Wirjana lalu melaporkan kegelisahannya itu ke satpam hotel.

Tak lupa, Wirjana melaporkan soal koper itu serta beberapa barang bawaan Heather dan Schaefer ke satpam. Satpam itu lalu menyarankan melapor ke Polsek Kuta Selatan, apalagi ada bercak darah di koper yang diletakkan di bagasi taksinya.

Tak berpikir panjang, Wirjana lalu tancap gas ke Polsek Kuta Selatan. Setelah melapor dan membongkar barang bawaan Heather dan Schaefer, barulah diketahui ada jasad Wiese Mack yang meringkuk kaku dan setengah telanjang di koper itu.

Penemuan mencengangkan itu lalu diselidiki polisi. Tak butuh waktu lama bagi polisi menangkap Heather dan Schaefer. Hanya dalam waktu sehari, dua sejoli itu dibekuk di hotel lain tak jauh dari lokasi kejadian.