Wisata Spiritual di Bangli yang Dipercaya Mampu Menetralisasi Ilmu Hitam baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Bali terkenal dengan wisata spiritual yang beragam. Salah satunya adalah melukat atau penyucian diri. Melukat tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu Bali, tetapi juga dapat dilakukan oleh siapa saja.

Di Bali terdapat banyak tempat untuk melaksanakan kegiatan spiritual melukat ini, salah satunya adalah Pura Tirta Empul Apuan Bangli.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Pura Tirta Empul Apuan ini dulunya adalah tempat beryoga Rsi Markandya saat berada di Bangli. Kala itu, masih di bawah kekuasaan Raja Tamanbali.

Diberikan nama Tirta Empul karena terdapat tiga buah kepulan mata air yang berasal dari tempat tersebut. Pada jaba tengah terdapat dua sumber mata air yang biasa digunakan untuk melasti ketika pelaksanaan piodalan pada pura kahyangan tiga setempat. Sumber mata air pada jaba tengah khusus untuk pelaksanaan Dewa Yadnya saja.

Pura Tirta Empul Apuan Bangli ini memiliki area persembahyangan yang berarsitektur klasik Bali. Lokasinya berada di tengah rimbunnya hutan dan panorama alam hijau karena berada di bawah tebing dan di atas sungai sehingga suasana hening jauh dari keramaian.

Pura Tirta Empul Apuan Bangli berdiri megah dengan kolam untuk melaksanakan penglukatan atau pembersihan diri. WIsata ini disebut penghulun tukad atau hulu sungai.

Pura ini memiliki dua buah telaga di sebelah kanan dan kiri pura. Pada telaga kanan dilengkapi bale agung di tengah telaga. Sedangkan yang kiri tidak ada bale agung. Kedua telaga tersebut sebagai lambang Brahma dan Wisnu. Simbol Brahma yang berisikan bale agung dan simbol Wisnu telaga yang hanya kolamnya saja.

Saat mengunjungi wisata ini, infoers akan merasakan suasana spiritual yang kental dengan pura, kolam, dan patung macan di bawah beringin Pura Tirta Empul Apuan ini. Areal tersebut diyakini sebagai penetralisir ilmu hitam (magis) atau niskala.

Pura Tirta Empul Apuan berada di tengah pulau Bali, yaitu di Jalan Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

Mengunjungi Pura Tirta Empul Apuan memerlukan waktu tempuh perjalanan sekitar 1 jam 15 menit dari Denpasar dengan jarak sekitar 36 km. Ketika sudah sampai di parkiran wisata ini, Anda dapat berjalan sekitar 200 meter untuk sampai di Pura Tirta Empul Apuan ini.

Meski tidak ada informasi khusus terkait jam buka Pura Tirta Empul Apuan, infoers yang ingin mengunjungi wisata ini sebaiknya datang di kisaran pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore.

Untuk memasuki wisata ini, perlu menyiapkan uang untuk medana punia (pemberian tulus ikhlas). Belum ada tarif pasti terkait tiket masuk.

Saat mengunjungi wisata spiritual di Bali, tentunya terdapat hal-hal yang harus dibawa atau digunakan. Pengunjung harus menggunakan pakaian yang sopan dan menggunakan atribut persembahyangan, seperti kamen dan selendang. Saat berkunjung ke Pura Tirta Empul Apuan, sebaiknya membawa pejati atau canang sari untuk sarana persembahyangan.

Jika ingin mengunjungi wisata spiritual tentunya harus memperhatikan kondisi diri. Perempuan yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan memasuki areal tersebut. Hindari mengucapkan kata-kata kasar dan tentunya tetap menjaga kebersihan lingkungan areal ini.

Sejarah

Daya Tarik

Lokasi

Rute

Jam Buka

Tiket Masuk

Perlengkapan yang Mesti Dibawa

Hal yang Perlu Diperhatikan

Pura Tirta Empul Apuan berada di tengah pulau Bali, yaitu di Jalan Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

Mengunjungi Pura Tirta Empul Apuan memerlukan waktu tempuh perjalanan sekitar 1 jam 15 menit dari Denpasar dengan jarak sekitar 36 km. Ketika sudah sampai di parkiran wisata ini, Anda dapat berjalan sekitar 200 meter untuk sampai di Pura Tirta Empul Apuan ini.

Meski tidak ada informasi khusus terkait jam buka Pura Tirta Empul Apuan, infoers yang ingin mengunjungi wisata ini sebaiknya datang di kisaran pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore.

Untuk memasuki wisata ini, perlu menyiapkan uang untuk medana punia (pemberian tulus ikhlas). Belum ada tarif pasti terkait tiket masuk.

Lokasi

Rute

Jam Buka

Tiket Masuk

Saat mengunjungi wisata spiritual di Bali, tentunya terdapat hal-hal yang harus dibawa atau digunakan. Pengunjung harus menggunakan pakaian yang sopan dan menggunakan atribut persembahyangan, seperti kamen dan selendang. Saat berkunjung ke Pura Tirta Empul Apuan, sebaiknya membawa pejati atau canang sari untuk sarana persembahyangan.

Jika ingin mengunjungi wisata spiritual tentunya harus memperhatikan kondisi diri. Perempuan yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan memasuki areal tersebut. Hindari mengucapkan kata-kata kasar dan tentunya tetap menjaga kebersihan lingkungan areal ini. Sejarah

Perlengkapan yang Mesti Dibawa

Hal yang Perlu Diperhatikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *