Sudah lebih dari tiga minggu warga Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) hanya mengalir pada malam hari, debitnya pun kecil.
Kepala Desa (Kades) Takmung, I Nyoman Mudita, mengungkapkan kondisi tersebut dikeluhkan oleh puluhan warga di Dusun Takmung Kangin hingga wilayah barat di Dusun Losan. Kondisi serupa juga dialami Kantor Desa Takmung.
“Air dari kantor desa ini juga sepanjang hari mati. (Keran) air di ruangan saya sengaja buka terus, hanya setengah ternyata tertampung. Kemungkinan malam saja dia nyala. Namanya kantor desa, bingung jadinya ketika ada perangkat dan tamu yang pinjam toilet,” tutur Mudita saat ditemui infoBali di kantornya, Senin (5/1/2026).
Mudita sudah menyampaikan keluhan warganya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klungkung. Laporan itu kemudian diteruskan kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Mahottama Klungkung. Walhasil, suplai air ke Dusun Lepang Kawan dan Dusun Lepang Kangin yang sebelumnya mengalami permasalahan yang sama, berangsur lancar.
Berbeda halnya dengan Dusun Takmung Kangin dan Dusun Losan. Akibat gangguan air, warga hanya punya dua pilihan: begadang semalam suntuk untuk menampung air atau mandi di sungai. Warga yang biasanya minum dari air PDAM pun beralih ke air minum kemasan. Mudita berencana bersurat kepada Perumda Panca Mahottama Klungkung.
“Keluhan warga tentu ada, komplainnya ke saya. Mereka harus begadang menampung air pada malam hari. Subuh sudah kembali mati airnya. Ada juga yang mandi ke sungai, tetapi sungai zaman sekarang kan tidak jernih seperti dahulu,” sambung Mudita.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Direktur Perumda Panca Mahottama Klungkung, I Nyoman Renin Suyasa, saat dihubungi infoBali, Senin (5/1/2026) menjelaskan distribusi air bersih di Klungkung terganggu akibat kerusakan pada sumber mata air Rendang pasca-cuaca ekstrem.
Renin menjelaskan terpasang dua sistem pada pemasok air di Klungkung, yakni sistem gravitasi dan pompa. Keduanya lumpuh akibat dampak arus air bah dan sambaran petir. Tim Perumda Panca Mahottama Klungkung telah melakukan perbaikan dengan mengganti motor pompa yang rusak dan panel yang terbakar, Minggu (4/1/2026).
Menurut Renin, secara umum, aliran air ke rumah pelanggan sudah kembali normal. Namun, dua dusun di Desa Takmung belum merasakan perubahan signifikan.
“Hari minggu kami lakukan perbaikan dan sore hari sudah selesai. Hari ini airnya normal kembali. Umpamanya masih ada yang bermasalah, kami harus cek lagi. Mungkin ada sumbatan atau apa. Akan tetap kami pantau,” jelas Renin.






