Warga Lokal hingga Asing Akhiri Hidup di Bali, Koster Tepis Sepi Wisatawan

Posted on

Insiden bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Badung, kembali terulang. Peristiwa bunuh diri ini bahkan masih terulang meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sudah memasang pagar tinggi di masing-masing sisi jembatan tersebut.

Kasus bunuh diri di Bali ini menjadi salah satu artikel yang mendapatkan sorotan pembaca infoBali selama sepekan terakhir. Kasus warga lokal Bali bunuh diri di salah satu jembatan tertinggi di Indonesia itu memang kerap terulang.

Bali dinilai sebagai daerah yang darurat bunuh diri. Aksi ulah pati (bunuh diri) di Pulau Dewata memang terus terjadi. Baru memasuki hari keempat di awal 2026, sudah ada dua kasus bunuh diri di Bali.

Selain di warga lokal yang bunuh diri di Jembatan Tukang Bangkung, kasus bunuh diri di awal 2026 di Bali juga dilakukan warga negara asing (WNA) inisial VG (50). Perempuan asal Rusia itu diduga bunuh diri karena depresi akibat perang negaranya. Kasus bunuh diri WN Rusia ini juga tak lepas dari sorotan pembaca infoBali.

Selain kasus bunuh diri, persoalan lain di Pulau Dewata yang banyak menyita perhatian pembaca adalah soal isu pariwisata Bali sepi. Gubernur Bali, Wayan Koster, menepis anggapan tersebut. Menurut Koster, Bali tetap ramai wisatawan.

Dear pembaca infoBali, dalam artikel ini kembali dihadirkan sejumlah artikel yang menjadi sorotan selama sepekan terakhir. Kasus bunuh diri dan isu pariwisata Bali sepi adalah salah satu di antaranya. Selamat membaca!

Tragedi bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, kembali terjadi. Seorang pemuda berinisial MKA (21) diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan tersebut. Jasad korban ditemukan di dasar jurang pada Jumat (2/1/2026) pagi.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah menemukan motor terparkir tanpa pemilik di pinggir jalan dekat jembatan. Dugaan bunuh diri makin menguat setelah ditemukan sepasang sandal yang diletakkan di atas pagar jembatan sisi selatan.

Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, jasad korban ditemukan sekitar 60 meter dari atas jembatan.

“Informasi warga pukul 06.32 Wita, ada motor terparkir dengan kunci, tas, dan helm masih di sana. Kalau dicek di CCTV, yang bersangkutan terlihat melintas di lokasi jam 02.30 pagi,” ujar Nyoman Arnaya saat ditemui di lokasi.

Selain motor, polisi juga menemukan pesan WhatsApp di ponsel MKA yang dikirimkan kepada orang tuanya. Pesan tersebut berisi permohonan maaf dari korban.

Arnaya menjelaskan sebelum diduga mengakhiri hidupnya, MKA sempat menelepon dan mengirim pesan terakhir sekitar pukul 03.00 Wita yang berisi lokasi keberadaannya.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, tim gabungan bersama warga melakukan penyisiran ke bawah jembatan untuk mencari korban.

“Pencarian awal kemudian dilakukan ke bawah jembatan, dan korban kemudian ditemukan meninggal dunia pada pukul 07.51 Wita di bawah jembatan bagian selatan,” kata Arnaya.

Jasad MKA kemudian dievakuasi oleh tim gabungan yang dipimpin langsung Kapolsek Petang. Proses evakuasi memakan waktu sekitar satu setengah jam karena medan yang terjal hingga pukul 10.15 Wita. Selanjutnya, jasad korban dibawa menggunakan ambulans PMI Badung ke RSUD Mangusada, Badung.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti lain yang menguatkan dugaan bunuh diri, termasuk sepasang sandal korban yang diletakkan di pagar jembatan.

Terkait motif, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman. Namun, dari pesan WhatsApp yang ditemukan, korban diduga memiliki masalah keluarga.

“Untuk motifnya belum kami tahu pasti, tetapi dari ketikan di WA, di HP yang bersangkutan ada permintaan maaf ke orang tuanya. Kami menduga ini karena ada masalah keluarga. Tetapi dari pihak keluarga mengikhlaskan,” pungkas Arnaya.

Jembatan Tukad Bangkung yang menghubungkan wilayah Badung dan Kintamani, Bangli, sebelumnya telah dipasangi pagar pengaman. Meski demikian, tercatat telah terjadi tujuh kali percobaan bunuh diri di lokasi tersebut setelah pemasangan pagar.

“Kemarin sudah enam kali yang digagalkan. Artinya, ini yang ketujuh kali,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Camat Petang AA Ngurah Dharma Putra di lokasi kejadian.

Dharma Putra menyatakan akan melaporkan insiden tersebut kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia berharap ada langkah lanjutan untuk mencegah kejadian serupa, salah satunya dengan pemasangan kawat berduri di sisi jembatan.

“Nanti kami melapor dahulu ke pimpinan (bupati), mungkin ada antisipasi lebih lanjut. Kami sendiri mengusulkan pemasangan kawat berduri di samping (ujung railing),” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan jangkauan CCTV dan penjagaan selama 24 jam di sekitar jembatan.

“Mubazir juga kalau kita pasang CCTV yang banyak tanpa adanya penjagaan di sini. Nanti kami juga mengusulkan untuk pos jaga di sini yang bisa 24 jam, minimal Linmas, polisi, atau pecalang,” ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Badung I Gusti Ngurah Jaya Saputra mengatakan kamera pengawas atau CCTV analitik di Jembatan Tukad Bangkung masih berfungsi normal. Namun, kamera tidak dapat merekam secara detail pergerakan korban di ujung timur jembatan karena kondisi penerangan yang minim.

“Ketika sampai di ujung timur jembatan itu tidak dapat terpantau akibat kondisi di titik tersebut gelap, lampu penerangan jalan sebagian padam,” ujar Jaya Saputra.

Ia menjelaskan, kondisi gelap membuat kamera tidak mampu mendeteksi secara detail bagaimana korban menaiki pagar jembatan. Berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga memanjat dari sisi ujung jembatan dan berjalan di atas railing sebelum akhirnya melompat.

Secara keseluruhan, kamera di ujung barat jembatan dipastikan berfungsi normal dengan kemampuan pembesaran hingga 36 kali dan jangkauan pantau mencapai 400 meter.

“Secara fungsi, kamera yang dipasang di ujung barat jembatan itu berfungsi normal. Sampai di ujung itu, dari titik kamera di barat, itu masih bisa (terpantau),” terangnya.

Saat ini, Diskominfo Badung baru memasang satu titik kamera di ujung barat jembatan yang terdiri dari dua kamera, satu audio speaker, dan satu lampu penerangan.

“Nggih, di tempat lain penempatan CCTV ini sangat membantu banyak pengungkapan kasus kriminalitas,” tukas Jaya Saputra.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Dishub Badung, PLN, dan aparat desa untuk mengatasi persoalan penerangan jalan di ujung timur jembatan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mengawali 2026 dengan cara yang tak biasa. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melantik puluhan pejabat di tengah kebun kakao milik warga di Banjar Moding, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, tadi siang.

Pelantikan di ruang terbuka itu dipilih sebagai simbol agar para pejabat yang dilantik tetap membumi dan tidak terlepas dari realitas kehidupan masyarakat Jembrana. Kakao atau tanaman cokelat dipilih karena menjadi salah satu komoditas unggulan sekaligus penopang ekonomi warga setempat.

“Ke depan tidak lagi hanya berpikir urusan-urusan klasik administratif saja, itu harus sudah clear sekarang. Jadi sekarang, bagaimana memikirkan isi perut masyarakat, bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat khususnya para petani, nelayan, buruh, dan lainnya,” ungkap Kembang usai prosesi pelantikan, Kamis (2/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Kembang yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) dan Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menegaskan birokrasi harus responsif terhadap kebutuhan rakyat. Total ada 94 pejabat yang dilantik, terdiri dari 8 Pejabat Tinggi Pratama, 44 Pejabat Administrator, dan 42 Pejabat Pengawas.

Dari delapan Pejabat Tinggi Pratama yang dikukuhkan, empat di antaranya merupakan peraih peringkat pertama dalam seleksi terbuka yang digelar akhir 2025. Mereka adalah I Gede Gus Diendi sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jembrana, I Gusti Made Wijaya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jembrana.

Selain itu, Ida Bagus Ketut Budi Aryana dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, serta dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana.

Sementara empat pejabat lainnya diangkat kembali mengacu pada Peraturan Daerah tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru. Pengangkatan ini menyusul adanya perampingan dan penggabungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pejabat tersebut, yakni Dewa Gede Ary Candra sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman, I Wayan Sudiarta sebagai Kepala Dinas PUPRP Hub, serta Ni Kadek Ari Sugianti sebagai Kepala Dinas PMD, PPPA, dan PPKB.

Penyegaran jabatan juga menyasar sektor kesehatan. Posisi Direktur RSU Negara kini dijabat I Gusti Agung Putu Arinsantha. Ia menggantikan Ni Putu Eka Indrawati yang digeser menjadi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Jembrana.

Kembang menegaskan seluruh proses pengisian jabatan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi dan rekam jejak pejabat yang bersangkutan.

“Pelantikan ini merupakan penegasan komitmen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel,” pungkas Kembang.

Perempuan warga negara (WN) Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal karena gantung diri di sebuah rumah Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. VG diduga mengalami depresi terkait kondisi perang Rusia dan Ukraina.

VG ditemukan tewas oleh Ni Wayan Latri yang bekerja di rumah sana dan tinggal di depan rumahnya. Latri saat itu memberi makan kucing dan melihat lampu garasi rumah VG masih menyala. Ia kemudian bermaksud mematikan lampu tersebut. Namun, saat berada di garasi, saksi melihat korban sudah tergantung.

“Saksi 1 kemudian bermaksud mematikan lampu di garasi namun saksi 1 melihat korban dalam posisi tergantung,” ujar Pejabat Sementara Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (PS Kasubsi Penmas) Seksi Hubungan Masyarakat (Sihumas) Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Kamis (1/1/2026).

Karena ketakutan, Latri langsung berlari ke rumahnya untuk memanggil suaminya. Setelah memastikan kejadian tersebut, mereka kemudian menghubungi pemilik rumah serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Kerobokan Kaja.

Personel Unit Intelijen dan Keamanan dan Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Kuta Utara kemudian tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekitar pukul 10.45 Wita. Hasil pengecekan, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh VG.

“Tidak ada ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pada tubuh korban sudah terdapat lebam mayat,” terang Inez.

VG ditemukan tewas mengenakan daster tosca. Perempuan itu tergantung dengan tali sepanjang 7 meter dan mengikat dengan simpul hidup sepanjang 8 sentimeter (cm) dan bertumpu di kursi setinggi 42 cm. Diameter Simpul di leher sepanjang 8 cm.

Pemilik rumah, Made Nasia, saat pemeriksaan mengungkapkan VG diketahui mengalami tekanan mental yang diduga berkaitan dengan kondisi negaranya yang tengah dilanda konflik.

Nasia sempat membawa VG ke Rumah Sakit Umum (RSU) Garba Med untuk menjalani pemeriksaan. Keterangan dokter, VG dinyatakan mengalami depresi. Selama tinggal di Bali, VG juga jarang keluar rumah.

Sejumlah barang milik VG ditemukan di rumah yang ditempatinya. Beberapa di antaranya adalah uang tunai sebesar Rp 60 juta, US$ 5, SG$ 2, dan 4.400 Baht Thailand. Barang lain yang ditemukan adalah handphone (Hp) beserta charger, dua paspor, dan satu surat wasiat.

Jenazah VG kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar sekitar pukul 12.50 Wita untuk dititipkan. Polisi telah meminta pemilik rumah untuk menghubungi keluarga atau kerabat VG untuk pemulangan jenazah ke negara asal.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan surat wasiat yang ditinggalkan korban. Salah satu isinya, VG kecewa dengan kebijakan perang Presiden Rusia Vladimir Putin yang membuat VG kehilangan segalanya.

Korban diduga mengalami depresi yang dipicu oleh konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Selain terungkap lewat surat wasiat, hal tersebut diungkapkan oleh pemilik rumah tempat korban tinggal, Made Nesia, kepada pihak kepolisian. Ia bahkan sempat menemani korban untuk menjalani pengobatan.

“Korban sempat dibawa oleh saksi 3 ke RS Garba Med dan dikatakan oleh dokter bawah korban mengalami depresi. Saksi 3 menambahkan bahwa korban hampir tidak pernah keluar rumah,” ujar Inez.

Hal ini diperkuat juga dalam surat wasiatnya yang ia tinggalkan di atas meja. Surat tersebut berisi penolakan ia membayar pajak ke negaranya karena hanya digunakan untuk kebutuhan perang Rusia-Ukraina. Selain itu, ada pula instruksi terkait pengurusan jenazah serta barang-barang milik korban setelah meninggal dunia.

Begini isi surat wasiat yang ditinggalkan korban beserta terjemahannya:

I have no money left to live. Long ago I quit the job because my conscience doesn’t allow me to pay my taxes to fascist russia for the war. Putin has taken everything from me. Nothing good ahead, so no reason and power to continue.
Here are some instructions:
1. Please take care of the cat Kisa. Feed her 3 times per day, give her some water and pet her, please. The rest of the food is in the fridge. I gave her the wet food in the middle of the day (2-3 pm), the dry one in the morning (8-9 am) and in the evening (8-9 pm). After she eats all the wet food you can give her only the dry one.
2. I officially give my permission to donate my organs if it’s legal in Indonesia.
3. There are some decent clothes in the suitcase to give it away to someone in need. Perhaps orphanage.
4. Please use all the rest of my stuff (furniture, household appliances, kitchen utensils etc) at your discretion.
5. Please cremate my body or what’s left after possible organ donation here in Bali. I would like my ashes to be scattered over the ocean. I have left 60 million rupiah for the cremation. I’m sure it would be enough. No ceremony please, do it quickly and calm. The clothes for the procedure if needed is on the bed.
6. Please inform my brother T.G.
Thank you.
I am sorry for all the trouble I caused.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dahulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.
Berikut beberapa instruksi:
1. Tolong rawat kucing Kisa. Beri dia makan 3 kali sehari, beri air minum dan elus dia, ya. Sisa makanan ada di kulkas. Saya biasa memberi makanan basah di tengah hari (jam 2-3 sore), makanan kering di pagi hari (jam 8-9) dan malam hari (jam 8-9). Setelah makanan basah habis, kamu bisa memberinya makanan kering saja.
2. Saya secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia.
3. Ada beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin ke panti asuhan.
4. Silakan gunakan semua barang saya yang lain (perabot, peralatan rumah tangga, peralatan dapur, dll.) sesuai kebijaksanaan kamu.
5. Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini di Bali. Saya ingin abu saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan 60 juta rupiah untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara, lakukan dengan cepat dan tenang. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur.
6. Tolong beri tahu saudara saya, T.G..
Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan.

Malam perayaan tahun baru 2026 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menghadirkan konsep berbeda dengan menampilkan pagelaran musical laser show. Acara bertajuk GWK Bali Countdown 2026 itu sukses memukau pengunjung objek wisata tersebut.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch Rossie Andriani, menuturkan rangkaian acara dibuka dengan doa bersama untuk masyarakat yang terdampak bencana alam. Menurutnya, pergantian tahun kali ini menjadi momentum untuk refleksi diri, bersyukur, serta harapan bangkit menuju Indonesia maju.

“Perayaan tahun baru seharusnya tidak hanya menjadi momen sukacita, tetapi juga momen untuk bersyukur. Pada penutupan tahun 2025 ini, kami berfokus pada pemulihan dan percepatan kebangkitan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat di tahun yang baru,” ujar Rossie Andriani.

Rossie menjelaskan ditiadakannya pertunjukan kembang api pada tahun ini sejalan dengan surat edaran resmi dari pihak berwenang di Bali. Edaran yang dikeluarkan pada 30 Desember 2025 itu secara tegas melarang pelaksanaan pesta kembang api di seluruh wilayah Bali tanpa terkecuali.

“Meski tanpa kembang api, GWK Bali Countdown 2026 tetap berupaya menyuguhkan pengalaman malam tahun baru yang berkesan bagi para pengunjung,” ujar Rossie.

Menurut Rossie, perayaan GWK Bali Countdown dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung. Kemeriahan musical laser show pada info-info pergantian tahun diiringi penampilan tari kontemporer modern oleh Manubada Art, salah satu komunitas seni berpengaruh di Bali.

Tari kontemporer tersebut mengangkat konsep ‘Sunya Sunyi Nemu Ayu’. Terselip arti sebuah harapan dan doa melalui gerak tari dan cahaya laser untuk kebahagiaan dan keseimbangan semesta di era yang baru.

“Selain musical laser show, terdapat beragam pertunjukan memukau lainnya yang terbagi kedalam dua stage berbeda,” imbuh Rossi.

Panggung utama atau main stage menjadi pusat kemeriahan acara dengan penampilan jajaran artis ternama. Mulai dari Whisnu Santika, Maliq & D’essentials, Lomba Sihir, Navicula, Lolot hingga Up Girls.

Ada pula bazar stage yang menyuguhkan pementasan Tari Kecak, Color Party, Program Film Pendek Indonesia hingga Beauty Demo. Panitia juga menampilkan QR Code di beberapa titik sebagai bentuk solidaritas para pengunjung yang berkenan memberikan uluran tangan kepada korban bencana.

Rossie menuturkan nuansa festival terasa makin kuat dengan adanya tagline ‘Siapkan Neon Gear-mu’. Tagline itu menghadirkan atmosfer pesta rakyat modern yang penuh warna, energi, dan gaya.

“Kemeriahan juga dilengkapi dengan kehadiran MyMelali X Pasar Keliling yang buka hingga pukul 01.00 Wita, menghadirkan puluhan UMKM lokal dengan beragam pilihan kuliner dan produk kreatif yang melengkapi pengalaman liburan akhir tahun di GWK,” tutur Rossie.

GWK Bali Countdown 2026 menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tidak terlupakan untuk menutup tahun 2025. Hal itu tidak terlepas dari peran tim keamanan, tim produksi, para artis hingga sukarelawan yang berjumlah lebih dari seribu orang.

Seorang mahasiswa bernama Kristianus Bayu AP Soares (24) menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal di Jalan Akasia XVI, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (31/12/2025) malam. Korban mengalami sejumlah luka dan kini menjalani perawatan intensif di RSAD Udayana, Denpasar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 Wita. Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat dirinya hendak membeli makanan di sebuah warung dekat kos temannya. Saat itu, pemilik warung menegur sekelompok anak yang bermain kembang api karena di lokasi terdapat balita yang sedang tidur.

Korban kemudian ikut menegur tiga pemotor yang hendak bermain kembang api di lokasi tersebut. Teguran itu berujung adu mulut hingga terjadi dorong-mendorong antara korban dan salah satu pemotor.

“Setelah kejadian tersebut, korban kembali ke kos temannya untuk beristirahat. Namun, tidak lama kemudian, korban didatangi sekelompok orang dan langsung diserang,” ujar Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa, Jumat (2/1/2026).

Tomiyasa menjelaskan korban diserang menggunakan benda keras dan diduga senjata tajam. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, tetapi tetap dikejar hingga ke sekitar warung madura dan studio tato di kawasan Jalan Akasia.

“Akibat penyerangan itu, korban mengalami luka di tangan kanan, telapak tangan kanan, tangan kiri, serta luka di bagian perut. Korban kemudian dilarikan ke RSAD Udayana untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Salah satu saksi mata, Frelydino Nyongkianus Leki, mengatakan korban kembali ke kos dalam kondisi berlumuran darah dan meminta tolong untuk diantar ke RSAD Udayana.

Tomiyasa menambahkan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.
“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan oleh Polresta Denpasar,” tegasnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menepis isu Bali sepi dengan memaparkan data kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Berdasarkan data tersebut, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali tercatat sebagai yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Koster menyampaikan, kunjungan wisman melalui jalur udara sepanjang 2025 mencapai 7,05 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 750 ribu kunjungan dibandingkan 2024 yang tercatat 6,3 juta orang, atau naik 11,3 persen.

“Dari data Angkasa Pura sampai 31 Desember 2025 itu mencapai 7.050.000 lebih. Kalau dibanding dengan 2024 itu yang lewat udara ini adalah 6,3 juta,” ujar Koster saat menerima kedatangan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Puri Saren Ubud, Kamis (1/1/2026).

Selain melalui jalur udara, kunjungan wisman lewat jalur laut menggunakan kapal pesiar juga mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 71 ribu wisatawan asing masuk ke Bali melalui Pelabuhan Benoa.

“Sedangkan yang lewat laut, cruise ini sudah pasti orang asing. Tadi saya kontak dengan Pelabuhan Benoa itu 71.000 sampai minggu yang lalu. Kemudian, dibanding 2024 itu 53.000,” paparnya.

Dengan tambahan kunjungan melalui jalur laut tersebut, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2025 mencapai sekitar 7,12 juta orang. Koster menyebut angka itu tidak termasuk kunjungan melalui jalur darat karena dianggap tidak ada.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, rekor kunjungan wisman tertinggi terjadi pada 2019 dengan jumlah 6,27 juta orang.

“Dan ini angka tertinggi yang dicapai. Rekor ini. Karena saya punya data, saya runut dari 2015 sampai sekarang 2025,” jelasnya.

Di sisi lain, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) justru mengalami penurunan. Sepanjang 2025, kunjungan wisnus tercatat sebanyak 9,28 juta orang, turun sekitar 700 ribu dibandingkan 2024 yang mencapai 10,1 juta orang.

“Wisnusnya di 2025 mencapai 9,28 juta. Sedangkan 2024 mencapai 10,1 juta. Jadi turun kira-kira 700.000 lebih,” jabarnya.

Secara keseluruhan, total kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 mencapai 16,3 juta orang. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan 2024 yang tercatat 16,4 juta kunjungan atau turun sekitar 0,7 persen.

“Nah kalau di total wisatawan mancanegara dengan wisatawan nusantara tahun 2025 itu 16,3 juta. Tahun 2024 itu 16,4 juta. Jadi turun kira-kiranya 121.000. Yaitu kira-kira 0,7 persen turun. Jadi domestiknya yang turun jauh,” katanya.

Koster juga menyoroti isu Bali sepi yang kerap muncul setiap tahun. Menurutnya, narasi tersebut selalu berulang, terutama menjelang akhir tahun, meski data dan kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

“Sebenarnya setiap tahun ada berita itu, setiap tahun. Setiap mau akhir tahun pasti muncul berita soal Bali,” tutupnya.

Tragedi Bunuh Diri di Jembatan Tukad Bangkung Kembali Terulang

Bupati Jembrana Lantik Pejabat di Kebun Kakao

Depresi dengan Perang Negaranya, Perempuan Rusia Gantung Diri di Kerobokan

Laser Show Gantikan Kembang Api Saat Pergantian Tahun di GWK

Mahasiswa di Denpasar Diserang Sejumlah Orang Saat Malam Tahun Baru

Bantah Bali Sepi, Koster: Wisman Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Tragedi bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, kembali terjadi. Seorang pemuda berinisial MKA (21) diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan tersebut. Jasad korban ditemukan di dasar jurang pada Jumat (2/1/2026) pagi.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah menemukan motor terparkir tanpa pemilik di pinggir jalan dekat jembatan. Dugaan bunuh diri makin menguat setelah ditemukan sepasang sandal yang diletakkan di atas pagar jembatan sisi selatan.

Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, jasad korban ditemukan sekitar 60 meter dari atas jembatan.

“Informasi warga pukul 06.32 Wita, ada motor terparkir dengan kunci, tas, dan helm masih di sana. Kalau dicek di CCTV, yang bersangkutan terlihat melintas di lokasi jam 02.30 pagi,” ujar Nyoman Arnaya saat ditemui di lokasi.

Selain motor, polisi juga menemukan pesan WhatsApp di ponsel MKA yang dikirimkan kepada orang tuanya. Pesan tersebut berisi permohonan maaf dari korban.

Arnaya menjelaskan sebelum diduga mengakhiri hidupnya, MKA sempat menelepon dan mengirim pesan terakhir sekitar pukul 03.00 Wita yang berisi lokasi keberadaannya.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, tim gabungan bersama warga melakukan penyisiran ke bawah jembatan untuk mencari korban.

“Pencarian awal kemudian dilakukan ke bawah jembatan, dan korban kemudian ditemukan meninggal dunia pada pukul 07.51 Wita di bawah jembatan bagian selatan,” kata Arnaya.

Jasad MKA kemudian dievakuasi oleh tim gabungan yang dipimpin langsung Kapolsek Petang. Proses evakuasi memakan waktu sekitar satu setengah jam karena medan yang terjal hingga pukul 10.15 Wita. Selanjutnya, jasad korban dibawa menggunakan ambulans PMI Badung ke RSUD Mangusada, Badung.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti lain yang menguatkan dugaan bunuh diri, termasuk sepasang sandal korban yang diletakkan di pagar jembatan.

Terkait motif, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman. Namun, dari pesan WhatsApp yang ditemukan, korban diduga memiliki masalah keluarga.

“Untuk motifnya belum kami tahu pasti, tetapi dari ketikan di WA, di HP yang bersangkutan ada permintaan maaf ke orang tuanya. Kami menduga ini karena ada masalah keluarga. Tetapi dari pihak keluarga mengikhlaskan,” pungkas Arnaya.

Jembatan Tukad Bangkung yang menghubungkan wilayah Badung dan Kintamani, Bangli, sebelumnya telah dipasangi pagar pengaman. Meski demikian, tercatat telah terjadi tujuh kali percobaan bunuh diri di lokasi tersebut setelah pemasangan pagar.

“Kemarin sudah enam kali yang digagalkan. Artinya, ini yang ketujuh kali,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Camat Petang AA Ngurah Dharma Putra di lokasi kejadian.

Dharma Putra menyatakan akan melaporkan insiden tersebut kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia berharap ada langkah lanjutan untuk mencegah kejadian serupa, salah satunya dengan pemasangan kawat berduri di sisi jembatan.

“Nanti kami melapor dahulu ke pimpinan (bupati), mungkin ada antisipasi lebih lanjut. Kami sendiri mengusulkan pemasangan kawat berduri di samping (ujung railing),” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan jangkauan CCTV dan penjagaan selama 24 jam di sekitar jembatan.

“Mubazir juga kalau kita pasang CCTV yang banyak tanpa adanya penjagaan di sini. Nanti kami juga mengusulkan untuk pos jaga di sini yang bisa 24 jam, minimal Linmas, polisi, atau pecalang,” ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Badung I Gusti Ngurah Jaya Saputra mengatakan kamera pengawas atau CCTV analitik di Jembatan Tukad Bangkung masih berfungsi normal. Namun, kamera tidak dapat merekam secara detail pergerakan korban di ujung timur jembatan karena kondisi penerangan yang minim.

“Ketika sampai di ujung timur jembatan itu tidak dapat terpantau akibat kondisi di titik tersebut gelap, lampu penerangan jalan sebagian padam,” ujar Jaya Saputra.

Ia menjelaskan, kondisi gelap membuat kamera tidak mampu mendeteksi secara detail bagaimana korban menaiki pagar jembatan. Berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga memanjat dari sisi ujung jembatan dan berjalan di atas railing sebelum akhirnya melompat.

Secara keseluruhan, kamera di ujung barat jembatan dipastikan berfungsi normal dengan kemampuan pembesaran hingga 36 kali dan jangkauan pantau mencapai 400 meter.

“Secara fungsi, kamera yang dipasang di ujung barat jembatan itu berfungsi normal. Sampai di ujung itu, dari titik kamera di barat, itu masih bisa (terpantau),” terangnya.

Saat ini, Diskominfo Badung baru memasang satu titik kamera di ujung barat jembatan yang terdiri dari dua kamera, satu audio speaker, dan satu lampu penerangan.

“Nggih, di tempat lain penempatan CCTV ini sangat membantu banyak pengungkapan kasus kriminalitas,” tukas Jaya Saputra.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Dishub Badung, PLN, dan aparat desa untuk mengatasi persoalan penerangan jalan di ujung timur jembatan.

Tragedi Bunuh Diri di Jembatan Tukad Bangkung Kembali Terulang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mengawali 2026 dengan cara yang tak biasa. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melantik puluhan pejabat di tengah kebun kakao milik warga di Banjar Moding, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, tadi siang.

Pelantikan di ruang terbuka itu dipilih sebagai simbol agar para pejabat yang dilantik tetap membumi dan tidak terlepas dari realitas kehidupan masyarakat Jembrana. Kakao atau tanaman cokelat dipilih karena menjadi salah satu komoditas unggulan sekaligus penopang ekonomi warga setempat.

“Ke depan tidak lagi hanya berpikir urusan-urusan klasik administratif saja, itu harus sudah clear sekarang. Jadi sekarang, bagaimana memikirkan isi perut masyarakat, bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat khususnya para petani, nelayan, buruh, dan lainnya,” ungkap Kembang usai prosesi pelantikan, Kamis (2/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Kembang yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) dan Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menegaskan birokrasi harus responsif terhadap kebutuhan rakyat. Total ada 94 pejabat yang dilantik, terdiri dari 8 Pejabat Tinggi Pratama, 44 Pejabat Administrator, dan 42 Pejabat Pengawas.

Dari delapan Pejabat Tinggi Pratama yang dikukuhkan, empat di antaranya merupakan peraih peringkat pertama dalam seleksi terbuka yang digelar akhir 2025. Mereka adalah I Gede Gus Diendi sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jembrana, I Gusti Made Wijaya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jembrana.

Selain itu, Ida Bagus Ketut Budi Aryana dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, serta dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana.

Sementara empat pejabat lainnya diangkat kembali mengacu pada Peraturan Daerah tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru. Pengangkatan ini menyusul adanya perampingan dan penggabungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pejabat tersebut, yakni Dewa Gede Ary Candra sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman, I Wayan Sudiarta sebagai Kepala Dinas PUPRP Hub, serta Ni Kadek Ari Sugianti sebagai Kepala Dinas PMD, PPPA, dan PPKB.

Penyegaran jabatan juga menyasar sektor kesehatan. Posisi Direktur RSU Negara kini dijabat I Gusti Agung Putu Arinsantha. Ia menggantikan Ni Putu Eka Indrawati yang digeser menjadi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Jembrana.

Kembang menegaskan seluruh proses pengisian jabatan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi dan rekam jejak pejabat yang bersangkutan.

“Pelantikan ini merupakan penegasan komitmen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel,” pungkas Kembang.

Bupati Jembrana Lantik Pejabat di Kebun Kakao

Perempuan warga negara (WN) Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal karena gantung diri di sebuah rumah Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. VG diduga mengalami depresi terkait kondisi perang Rusia dan Ukraina.

VG ditemukan tewas oleh Ni Wayan Latri yang bekerja di rumah sana dan tinggal di depan rumahnya. Latri saat itu memberi makan kucing dan melihat lampu garasi rumah VG masih menyala. Ia kemudian bermaksud mematikan lampu tersebut. Namun, saat berada di garasi, saksi melihat korban sudah tergantung.

“Saksi 1 kemudian bermaksud mematikan lampu di garasi namun saksi 1 melihat korban dalam posisi tergantung,” ujar Pejabat Sementara Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (PS Kasubsi Penmas) Seksi Hubungan Masyarakat (Sihumas) Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Kamis (1/1/2026).

Karena ketakutan, Latri langsung berlari ke rumahnya untuk memanggil suaminya. Setelah memastikan kejadian tersebut, mereka kemudian menghubungi pemilik rumah serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Kerobokan Kaja.

Personel Unit Intelijen dan Keamanan dan Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Kuta Utara kemudian tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekitar pukul 10.45 Wita. Hasil pengecekan, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh VG.

“Tidak ada ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pada tubuh korban sudah terdapat lebam mayat,” terang Inez.

VG ditemukan tewas mengenakan daster tosca. Perempuan itu tergantung dengan tali sepanjang 7 meter dan mengikat dengan simpul hidup sepanjang 8 sentimeter (cm) dan bertumpu di kursi setinggi 42 cm. Diameter Simpul di leher sepanjang 8 cm.

Pemilik rumah, Made Nasia, saat pemeriksaan mengungkapkan VG diketahui mengalami tekanan mental yang diduga berkaitan dengan kondisi negaranya yang tengah dilanda konflik.

Nasia sempat membawa VG ke Rumah Sakit Umum (RSU) Garba Med untuk menjalani pemeriksaan. Keterangan dokter, VG dinyatakan mengalami depresi. Selama tinggal di Bali, VG juga jarang keluar rumah.

Sejumlah barang milik VG ditemukan di rumah yang ditempatinya. Beberapa di antaranya adalah uang tunai sebesar Rp 60 juta, US$ 5, SG$ 2, dan 4.400 Baht Thailand. Barang lain yang ditemukan adalah handphone (Hp) beserta charger, dua paspor, dan satu surat wasiat.

Jenazah VG kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar sekitar pukul 12.50 Wita untuk dititipkan. Polisi telah meminta pemilik rumah untuk menghubungi keluarga atau kerabat VG untuk pemulangan jenazah ke negara asal.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan surat wasiat yang ditinggalkan korban. Salah satu isinya, VG kecewa dengan kebijakan perang Presiden Rusia Vladimir Putin yang membuat VG kehilangan segalanya.

Korban diduga mengalami depresi yang dipicu oleh konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Selain terungkap lewat surat wasiat, hal tersebut diungkapkan oleh pemilik rumah tempat korban tinggal, Made Nesia, kepada pihak kepolisian. Ia bahkan sempat menemani korban untuk menjalani pengobatan.

“Korban sempat dibawa oleh saksi 3 ke RS Garba Med dan dikatakan oleh dokter bawah korban mengalami depresi. Saksi 3 menambahkan bahwa korban hampir tidak pernah keluar rumah,” ujar Inez.

Hal ini diperkuat juga dalam surat wasiatnya yang ia tinggalkan di atas meja. Surat tersebut berisi penolakan ia membayar pajak ke negaranya karena hanya digunakan untuk kebutuhan perang Rusia-Ukraina. Selain itu, ada pula instruksi terkait pengurusan jenazah serta barang-barang milik korban setelah meninggal dunia.

Begini isi surat wasiat yang ditinggalkan korban beserta terjemahannya:

I have no money left to live. Long ago I quit the job because my conscience doesn’t allow me to pay my taxes to fascist russia for the war. Putin has taken everything from me. Nothing good ahead, so no reason and power to continue.
Here are some instructions:
1. Please take care of the cat Kisa. Feed her 3 times per day, give her some water and pet her, please. The rest of the food is in the fridge. I gave her the wet food in the middle of the day (2-3 pm), the dry one in the morning (8-9 am) and in the evening (8-9 pm). After she eats all the wet food you can give her only the dry one.
2. I officially give my permission to donate my organs if it’s legal in Indonesia.
3. There are some decent clothes in the suitcase to give it away to someone in need. Perhaps orphanage.
4. Please use all the rest of my stuff (furniture, household appliances, kitchen utensils etc) at your discretion.
5. Please cremate my body or what’s left after possible organ donation here in Bali. I would like my ashes to be scattered over the ocean. I have left 60 million rupiah for the cremation. I’m sure it would be enough. No ceremony please, do it quickly and calm. The clothes for the procedure if needed is on the bed.
6. Please inform my brother T.G.
Thank you.
I am sorry for all the trouble I caused.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dahulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.
Berikut beberapa instruksi:
1. Tolong rawat kucing Kisa. Beri dia makan 3 kali sehari, beri air minum dan elus dia, ya. Sisa makanan ada di kulkas. Saya biasa memberi makanan basah di tengah hari (jam 2-3 sore), makanan kering di pagi hari (jam 8-9) dan malam hari (jam 8-9). Setelah makanan basah habis, kamu bisa memberinya makanan kering saja.
2. Saya secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia.
3. Ada beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin ke panti asuhan.
4. Silakan gunakan semua barang saya yang lain (perabot, peralatan rumah tangga, peralatan dapur, dll.) sesuai kebijaksanaan kamu.
5. Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini di Bali. Saya ingin abu saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan 60 juta rupiah untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara, lakukan dengan cepat dan tenang. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur.
6. Tolong beri tahu saudara saya, T.G..
Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan.

Depresi dengan Perang Negaranya, Perempuan Rusia Gantung Diri di Kerobokan

Malam perayaan tahun baru 2026 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menghadirkan konsep berbeda dengan menampilkan pagelaran musical laser show. Acara bertajuk GWK Bali Countdown 2026 itu sukses memukau pengunjung objek wisata tersebut.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch Rossie Andriani, menuturkan rangkaian acara dibuka dengan doa bersama untuk masyarakat yang terdampak bencana alam. Menurutnya, pergantian tahun kali ini menjadi momentum untuk refleksi diri, bersyukur, serta harapan bangkit menuju Indonesia maju.

“Perayaan tahun baru seharusnya tidak hanya menjadi momen sukacita, tetapi juga momen untuk bersyukur. Pada penutupan tahun 2025 ini, kami berfokus pada pemulihan dan percepatan kebangkitan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat di tahun yang baru,” ujar Rossie Andriani.

Rossie menjelaskan ditiadakannya pertunjukan kembang api pada tahun ini sejalan dengan surat edaran resmi dari pihak berwenang di Bali. Edaran yang dikeluarkan pada 30 Desember 2025 itu secara tegas melarang pelaksanaan pesta kembang api di seluruh wilayah Bali tanpa terkecuali.

“Meski tanpa kembang api, GWK Bali Countdown 2026 tetap berupaya menyuguhkan pengalaman malam tahun baru yang berkesan bagi para pengunjung,” ujar Rossie.

Menurut Rossie, perayaan GWK Bali Countdown dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung. Kemeriahan musical laser show pada info-info pergantian tahun diiringi penampilan tari kontemporer modern oleh Manubada Art, salah satu komunitas seni berpengaruh di Bali.

Tari kontemporer tersebut mengangkat konsep ‘Sunya Sunyi Nemu Ayu’. Terselip arti sebuah harapan dan doa melalui gerak tari dan cahaya laser untuk kebahagiaan dan keseimbangan semesta di era yang baru.

“Selain musical laser show, terdapat beragam pertunjukan memukau lainnya yang terbagi kedalam dua stage berbeda,” imbuh Rossi.

Panggung utama atau main stage menjadi pusat kemeriahan acara dengan penampilan jajaran artis ternama. Mulai dari Whisnu Santika, Maliq & D’essentials, Lomba Sihir, Navicula, Lolot hingga Up Girls.

Ada pula bazar stage yang menyuguhkan pementasan Tari Kecak, Color Party, Program Film Pendek Indonesia hingga Beauty Demo. Panitia juga menampilkan QR Code di beberapa titik sebagai bentuk solidaritas para pengunjung yang berkenan memberikan uluran tangan kepada korban bencana.

Rossie menuturkan nuansa festival terasa makin kuat dengan adanya tagline ‘Siapkan Neon Gear-mu’. Tagline itu menghadirkan atmosfer pesta rakyat modern yang penuh warna, energi, dan gaya.

“Kemeriahan juga dilengkapi dengan kehadiran MyMelali X Pasar Keliling yang buka hingga pukul 01.00 Wita, menghadirkan puluhan UMKM lokal dengan beragam pilihan kuliner dan produk kreatif yang melengkapi pengalaman liburan akhir tahun di GWK,” tutur Rossie.

GWK Bali Countdown 2026 menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tidak terlupakan untuk menutup tahun 2025. Hal itu tidak terlepas dari peran tim keamanan, tim produksi, para artis hingga sukarelawan yang berjumlah lebih dari seribu orang.

Laser Show Gantikan Kembang Api Saat Pergantian Tahun di GWK

Seorang mahasiswa bernama Kristianus Bayu AP Soares (24) menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal di Jalan Akasia XVI, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (31/12/2025) malam. Korban mengalami sejumlah luka dan kini menjalani perawatan intensif di RSAD Udayana, Denpasar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 Wita. Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat dirinya hendak membeli makanan di sebuah warung dekat kos temannya. Saat itu, pemilik warung menegur sekelompok anak yang bermain kembang api karena di lokasi terdapat balita yang sedang tidur.

Korban kemudian ikut menegur tiga pemotor yang hendak bermain kembang api di lokasi tersebut. Teguran itu berujung adu mulut hingga terjadi dorong-mendorong antara korban dan salah satu pemotor.

“Setelah kejadian tersebut, korban kembali ke kos temannya untuk beristirahat. Namun, tidak lama kemudian, korban didatangi sekelompok orang dan langsung diserang,” ujar Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa, Jumat (2/1/2026).

Tomiyasa menjelaskan korban diserang menggunakan benda keras dan diduga senjata tajam. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, tetapi tetap dikejar hingga ke sekitar warung madura dan studio tato di kawasan Jalan Akasia.

“Akibat penyerangan itu, korban mengalami luka di tangan kanan, telapak tangan kanan, tangan kiri, serta luka di bagian perut. Korban kemudian dilarikan ke RSAD Udayana untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Salah satu saksi mata, Frelydino Nyongkianus Leki, mengatakan korban kembali ke kos dalam kondisi berlumuran darah dan meminta tolong untuk diantar ke RSAD Udayana.

Tomiyasa menambahkan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.
“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan oleh Polresta Denpasar,” tegasnya.

Mahasiswa di Denpasar Diserang Sejumlah Orang Saat Malam Tahun Baru

Gubernur Bali Wayan Koster menepis isu Bali sepi dengan memaparkan data kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Berdasarkan data tersebut, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali tercatat sebagai yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Koster menyampaikan, kunjungan wisman melalui jalur udara sepanjang 2025 mencapai 7,05 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 750 ribu kunjungan dibandingkan 2024 yang tercatat 6,3 juta orang, atau naik 11,3 persen.

“Dari data Angkasa Pura sampai 31 Desember 2025 itu mencapai 7.050.000 lebih. Kalau dibanding dengan 2024 itu yang lewat udara ini adalah 6,3 juta,” ujar Koster saat menerima kedatangan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Puri Saren Ubud, Kamis (1/1/2026).

Selain melalui jalur udara, kunjungan wisman lewat jalur laut menggunakan kapal pesiar juga mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 71 ribu wisatawan asing masuk ke Bali melalui Pelabuhan Benoa.

“Sedangkan yang lewat laut, cruise ini sudah pasti orang asing. Tadi saya kontak dengan Pelabuhan Benoa itu 71.000 sampai minggu yang lalu. Kemudian, dibanding 2024 itu 53.000,” paparnya.

Dengan tambahan kunjungan melalui jalur laut tersebut, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2025 mencapai sekitar 7,12 juta orang. Koster menyebut angka itu tidak termasuk kunjungan melalui jalur darat karena dianggap tidak ada.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, rekor kunjungan wisman tertinggi terjadi pada 2019 dengan jumlah 6,27 juta orang.

“Dan ini angka tertinggi yang dicapai. Rekor ini. Karena saya punya data, saya runut dari 2015 sampai sekarang 2025,” jelasnya.

Di sisi lain, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) justru mengalami penurunan. Sepanjang 2025, kunjungan wisnus tercatat sebanyak 9,28 juta orang, turun sekitar 700 ribu dibandingkan 2024 yang mencapai 10,1 juta orang.

“Wisnusnya di 2025 mencapai 9,28 juta. Sedangkan 2024 mencapai 10,1 juta. Jadi turun kira-kira 700.000 lebih,” jabarnya.

Secara keseluruhan, total kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 mencapai 16,3 juta orang. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan 2024 yang tercatat 16,4 juta kunjungan atau turun sekitar 0,7 persen.

“Nah kalau di total wisatawan mancanegara dengan wisatawan nusantara tahun 2025 itu 16,3 juta. Tahun 2024 itu 16,4 juta. Jadi turun kira-kiranya 121.000. Yaitu kira-kira 0,7 persen turun. Jadi domestiknya yang turun jauh,” katanya.

Koster juga menyoroti isu Bali sepi yang kerap muncul setiap tahun. Menurutnya, narasi tersebut selalu berulang, terutama menjelang akhir tahun, meski data dan kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

“Sebenarnya setiap tahun ada berita itu, setiap tahun. Setiap mau akhir tahun pasti muncul berita soal Bali,” tutupnya.

Bantah Bali Sepi, Koster: Wisman Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir