Badung –
Kawasan Dewi Sri dan sekitarnya di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung, mulai berbenah setelah terendam banjir akibat hujan deras sejak Selasa (24/2). Hari ini, warga tampak membersihkan lumpur yang masuk ke rumah.
Air mulai masuk ke permukiman pada Selasa dini hari dan terus meninggi hingga lebih dari satu meter. Sejumlah warga mengungsi karena rumah tak bisa ditempati.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Kalau bersih-bersihnya dari tadi pagi. Soalnya kan kita mengungsi ke Nakula,” ujar Reni, Rabu (25/2/2025) sore.
Warga Jalan Campuhan itu menyebut air masuk sekitar pukul 01.00 Wita dan terus naik menjelang sahur.
“Semua hancur, kasur semua masuk. Kalau air masuk ke dalam itu jam 1 malam, terus menjelang mau sahur-sahur itu sudah selutut di dalam kamar,” katanya.
Reni menilai banjir kali ini lebih parah dibanding September 2025 karena air lebih tinggi dan lama surut. Air baru benar-benar surut sekitar pukul 23.30 Wita setelah hujan mengguyur tiga hari.
Hal serupa dialami Nofri. Pemuda 22 tahun itu terbangun sekitar pukul 02.00 Wita saat tubuhnya sudah basah.
“Ini aku lagi enak-enak tidur, tiba-tiba badanku basah, semua basah jam dua malam. Tapi airnya yang paling tinggi itu sekitaran jam habis subuh, jam lima atau jam enam itu naik airnya,” ujarnya.
Ia mengungsi dua hari ke rumah rekannya di kawasan Jembatan Naga. Meski air telah surut, warga masih waswas banjir susulan karena cuaca mendung.
“Ya insyaallah-lah, kita sebagai umat Islam serahkan sama Allah saja yang Maha Kuasa. Nanti kalau ada hujan ya hujan, kalau enggak ya alhamdulillah kita bisa tidur sehat-sehat saja,” pungkas Nofri.
14 Titik Bencana di Badung
BPBD Badung mencatat 14 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem sejak Selasa kemarin, mulai banjir, pohon tumbang, hingga jalan jebol di lima kecamatan. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Kuta dan merendam hampir seluruh kelurahan.
“Kalau untuk banjir kondisinya lumayan cukup besar karena hampir seluruh kelurahan di Kecamatan Kuta terdampak. Titik banjir yang langganan itu di Jalan Kunti, Drupadi, Dewi Sri, Jalan Pandawa, sampai Sunset Road itu sudah tergenang air,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika.
Menurutnya, sembilan titik banjir terkonsentrasi di Kuta, termasuk Kartika Plaza, Wana Segara, Desa Kelan, dan Kelurahan Tuban. Banjir diperparah kiriman air dari wilayah hulu serta kondisi laut pasang.
“Ketinggian yang paling dalam di daerah Dewi Sri itu sedada orang dewasa, kalau di Kunti itu di atas pinggang nggih. Kita di Kuta ini kan daerah hilir atau yang terakhir menampung air, ditambah air laut juga masih tinggi yang menghambat gerak air ke laut,” jelasnya.
Selain banjir, empat pohon tumbang dilaporkan menutup akses jalan di Petang, Mengwi, dan Kuta Utara. Satu jalan jebol terjadi di Desa Tangeb serta satu pelinggih pura di Kerobokan Kaja tergerus aliran sungai.
“Untuk tim yang terlibat itu dari provinsi, Basarnas, Brimob, TNI, sampai Tagana sudah ikut membantu dari pagi kemarin. OPD dari Kabupaten Badung seperti PUPR, Dinas Sosial, dan BPBD juga sudah turun ke lapangan bersama teman-teman di kecamatan,” ujarnya.
Meski demikian, aktivitas pariwisata di Bali selatan dilaporkan tetap berjalan. Salah satu pengelola hotel di Dewi Sri, Wayan Karta, menyebut tamu hanya terkendala genangan di luar hotel.
“Untuk jemput tamu, kami masih aman karena kami menyediakan angkutan mobil yang cukup, bisa untuk angkut tamu. Ya salah satu langkah mitigasi, lah. Tapi banjir nggak sampai ke dalam hotel,” tuturnya.
