Badung –
Bali kembali mendapatkan penghargaan DestinAsian Readers’ Choice Awards 2026 dalam kategori The Best Island sebagai destinasi pilihan untuk berwisata. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati alias Ni Luh Puspa, di Denpasar, Kamis (5/3/2026) malam.
Penghargaan tahunan ini diberikan kepada industri pariwisata di kawasan Asia-Pasifik yang dipilih secara langsung oleh pembaca setia majalah DestinAsian.
Bali berada di posisi pertama. Kemudian, di bawa Bali ada Boracay (Filipina), Flores & Komodo Island (Indonesia), Langkawi (Malaysia), Lombok (Indonesia), Maldives (Maladewa), Palawan (Filipina), Phu Quoc (Vietnam), Phuket (Thailand), dan Koh Samui (Thailand).
Penerimaan penghargaan tersebut diwakili oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati alias Ni Luh Puspa. Ia mengatakan capaian ini dapat semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata dunia.
“Tentu ini memperkuat posisi Indonesia, posisi patiwisata Indonesia. Bahwa Indonesia masih menjadi best option, best destination di sektor pariwisata,” ujarnya seusai menerima penghargaan, Kamis (5/3/2026) malam.
Menurutnya, kekuatan utama Bali hingga meraih predikat pulau terbaik masih terletak pada keindahan alam, budaya, serta masyarakatnya. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kekuatan tersebut.
“Ya, kalau kita tahu ya kekuatan Bali saat ini tentu masih di alamnya, budayanya, masyarakatnya. Itu kekuatan kita saat ini, tentu ini yang harus kita jaga sama-sama. Dan untuk menjaga semua ini butuhkan kerja kolektif. Harus sama-sama semuanya, baik itu pemerintah, baik itu masyarakat, tokoh,” katanya.
Meski terpilih sebagai pulau terbaik, Puspa mengakui Bali masih memiliki sejumlah permasalahan yang perlu dibenahi, seperti kemacetan, persoalan sampah, hingga banjir. Hal ini menjadi catatan bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk terus melakukan berbagai upaya perbaikan.
“Berbagai upaya sudah dilakukan. Presiden juga sudah langsung menginstruksikan lewat Gerakan Indonesia Asri, lewat Danantara juga bagaimana agar pengelolaan sampah di Bali bisa dilakukan dengan baik. Sehingga, lewat Danantara pembangkit listrik, waste to energy itu diprioritaskan bisa dilakukan di Bali,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika persoalan mendasar seperti sampah dapat diselesaikan bersama-sama dari hulu hingga hilir, maka hal tersebut akan semakin memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata utama Indonesia.
“Kalau kita bisa bereskan tentu ini akan semakin memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata utama di Indonesia,” imbuhnya.






