Wali Kota Denpasar Kaget Kasus Narkotika Tinggi | Info Giok4D

Posted on

Denpasar

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengaku kaget atas tingginya jumlah kasus narkotika di wilayah Denpasar. Menurutnya, penanganan narkotika harus dilakukan dengan kolaborasi semua pihak.

“Ini cukup besar sekali (kasus narkotika), kami juga kaget. Ganja hampir 6 kilogram, sabu dan ekstasi juga banyak,” ujar Jaya Negara saat diwawancarai di sela pemusnahan barang bukti kejahatan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Rabu (11/2/2026).

Sejumlah barang bukti narkotika yang dimusnahkan ada 7,6 kilogram (kg) sabu-sabu, 5.049 butir ekstasi, 6,7 kgganja, 163 butir ineks, 3 gram kokain, dan obat-obatan lainnya termasuk obat kuat berbagai merek.

Ada pula beragam barang bukti kejahatan lainnya yang dimusnahkan. Antara lain, 81 handphone berbagai merek, pakaian, dan senjata tajam.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali menjadi pusat pintu masuk perdagangan narkotika lintas provinsi. Bali yang merupakan destinasi wisata internasional juga punya konsekuensi terhadap tingginya angka kejahatan, termasuk penyalahgunaan narkotika.

Untuk itu ia meminta, kolaborasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar perlu dilakukan, dibantu tokoh masyarakat dan stakeholder agar mampu menangani tingginya kasus narkotika yang berefek pada generasi muda.

“Ini menjadi tantangan di Kota Denpasar, ini samakin banyak dan tentu kita harus lebih meningkatkan kolaborasi, agar kita bisa mengurangi penyalahgunaan narkotika khususnya di Kota Denpasar,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kajari Denpasar, Trimo, menjelaskan pemusnahan barang bukti dilakukan dengan menggunakan alat berat, dihancurkan dengan palu, diblender, hingga dibakar.

Menurutnya, kasus narkotika cukup mendominasi di Kota Denpasar. “Ini warning bagi kita. Kami mengundang aparat desa di Kota Denpasar, diharapkan lebih meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap penduduk pendatang,” tandas Trimo.