Bima –
Wabah campak meningkat di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya dalam lima bulan terakhir yakni November 2025 hingga Maret 2026 ditemukan 336 suspek campak.
“Kasusnya menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan,” ucap Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima, Syarifuddin, dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan data lanjut dia, suspek campak ditemukan di Kota Bima pada November 2025 dengan jumlah 19 kasus. Hingga Desember jumlahnya meningkat 30 kasus. Pada Januari 2025 jumlahnya melonjak naik menjadi 161 kasus. Hingga pertengahan Februari 2026, tercatat ada 333 kasus.
“Hingga bulan kelima atau Maret 2026, totalnya ada 336 kasus yang terlapor suspek campak di Kota Bima,” kata Syarifuddin.
Syarifuddin menjelaskan ratusan kasus yang suspek campak itu adalah anak-anak. Salah satu penyebab meningkatnya risiko penularan akibat rendahnya cakupan vaksinasi campak.
“Faktor lainnya, karena kondisi gizi anak yang kurang juga membuat lebih rentan terpapar,” katanya.
Dalam menyikapi temuan suspek campak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Dinkes berencana akan memperluas cakupan vaksinasi tambahan atau Supplementary Immunization Activities (SIA), sesuai yang direkomendasikan WHO.
“Vaksinasi akan diperluas dengan prioritas kelompok anak yang berisiko tinggi penularan,” jelas dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, M. Fakhrunraji mengatakan merebaknya suspek campak di wilayah Kota Bima harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Karena penanganannya tidak bisa dilakukan sendirian.
“Kita harus bersinergi dan berkolaborasi, mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, posyandu, hingga perangkat kelurahan,” ungkap dia.
“Edukasi kepada orang tua juga menjadi kunci agar anak-anak mendapatkan perlindungan imunisasi secara lengkap,” sambung Fakhrunraji.
Sejauh ini pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Di samping itu melakukan pemetaan kasus secara detail hingga tingkat kelurahan agar intervensi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
“Kita juga akan memastikan upaya pencegahan berjalan optimal demi melindungi generasi Kota Bima dari risiko penyakit campak,” imbuh Fakhrunraji.






