Badung –
Merebaknya virus nipah di India belum berdampak pada kedatangan wisatawan India ke Bali. Sejauh ini, arus turis India masih normal dan belum ada pembatalan penerbangan maupun kunjungan wisatawan dari India ke Pulau Dewata.
“Belum ada cancelation (pembatalan),” ujarnya Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat menghadiri Bali Ocean Days, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melaksanakan langkah-langkah antisipasi seperti pemeriksaan suhu tubuh dan pengawasan kesehatan di pintu masuk bandara.
Kemenpar sendiri akan berkoordinasi dengan Kemenpar terkait perkembangan situasi penyakit tersebut.
“Nanti kami akan koordinasi dengan Kemenkes, bagaimana ini, apakah ini sudah tingkatnya seperti apa,” lanjut mantan jurnalis itu.
Ni Luh Puspa menegaskan akan mengikuti arahan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemenkes jika ke depannya ada peringatan terkait penyakit ini.
Hal senada disampaikan Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adyana. Ia memastikan hingga kini belum ada pembatalan nyata dari agen perjalanan terkait penyakit tersebut.
“Belum ada real cancelation dari agen kita. Belum ada. Jadi tiba-tiba wisatawan 10 orang cancel gara-gara sakit itu belum ada. Masih normal,” ujar Adyana.
Ia menegaskan pihaknya juga mengikuti arahan dari Kemenkes dan World Health Organization (WHO), serta tidak ingin mengambil kesimpulan secara sepihak.
“Kami tunggu Kemenkes. Kalau Kemenkes setop, kami setop. Jangan ambil kesimpulan sendiri. Karena semenjak COVID sudah integrated kok informasinya. Kita nggak usah takut ini itu lah,” katanya.
Terkait jumlah kunjungan wisatawan, Partha menyebutkan tidak ada penurunan signifikan akibat isu virus nipah. Penurunan yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor cuaca.
“Kita agak menurun sedikit ya, karena kebanyakan gara-gara cuaca. Terutama domestiknya. Bukan gara-gara yang lainnya,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkatkan pengawasan kesehatan dengan menyiagakan thermal scanner sebagai langkah antisipasi penyebaran Virus Nipah. Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus penularan di luar negeri.
Dalam upaya pencegahan tersebut, pengelola bandara bekerja sama dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kelas I Denpasar untuk memperketat pengawasan terhadap penumpang.
“Sehubungan dengan meningkatnya kasus penularan Virus Nipah di luar negeri, kami secara intensif melakukan koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar dalam hal pengawasan di lingkungan bandara,” ujar Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, Rabu malam (28/1/2026).
Ia menjelaskan seluruh personel bandara melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh, khususnya di area kedatangan penumpang. Saat ini, Bandara Ngurah Rai telah menempatkan empat unit thermal scanner di sejumlah titik strategis.
“Terdapat 2 unit thermal scanner di kedatangan internasional, 1 unit di kedatangan domestik, dan 1 unit yang disiagakan di terminal VIP,” katanya.






