Badung –
Video yang memperlihatkan perselisihan antara seorang perempuan warga negara asing (WNA) dan pengemudi ojek online (ojol) viral di media sosial. Keributan itu dipicu persoalan ongkos perjalanan yang disebut belum dibayar.
Dalam rekaman video yang beredar, pengemudi ojol terlihat menagih ongkos kepada perempuan tersebut. Namun, perempuan itu justru berteriak dan memarahi pengemudi dengan nada tinggi sambil berjalan masuk ke sebuah gang.
Sikap tersebut membuat pengemudi ojol kesal. Dalam video juga terlihat keduanya sempat terlibat aksi saling dorong di pinggir jalan.
Berdasarkan narasi yang beredar bersama video itu, perempuan tersebut diduga sudah beberapa kali tidak membayar ongkos ojek. Keributan akhirnya mereda setelah seorang warga membantu membayarkan ongkos perjalanan tersebut.
Keributan Terjadi di Dalung Permai
Peristiwa itu terjadi di Gang Blok D3, Perumahan Dalung Permai, Lingkungan Bhineka Asri, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Warga menyebut keributan terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
“Kata ojol, dia pesan ojek dari Seminyak ke Canggu, terus turun di Dalung. Tapi sampai di sini, pengakuan ojek ke warga, WNA itu belum bayar Rp 200 ribu,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian, Sabtu (6/3/2026).
Keributan tersebut menarik perhatian warga yang saat itu sedang berbelanja dari pedagang sayur keliling. Penolakan WNA untuk membayar membuat pengemudi ojol kesal hingga sempat terjadi aksi saling dorong di depan rumah kontrakan tersebut.
“Datanglah mereka, marah-marah ribut. Kami nggak ngerti percakapan mereka karena bahasa asing kan, dagang burung di depan mau bayar biar cepat selesai masalahnya,” lanjut warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga Akhirnya Bayar Ongkos Ojol
Saksi lain di lokasi, Bu Erwin, sempat mencari bantuan anak muda yang bisa berbahasa Inggris untuk mengetahui duduk perkara kejadian itu. Berdasarkan pengakuan perempuan WNA tersebut, ongkos perjalanan disebut sudah dibayarkan oleh teman lelakinya saat berangkat dari Seminyak.
“Dia ngakunya sudah di awal, dibayarkan teman lelakinya di Seminyak, Rp 200 ribu. Itu katanya si perempuan WNA ini, tapi kita kan nggak tahu itu pengakuan benar atau tidak,” kata Bu Erwin.
Meski perempuan itu bersikeras sudah membayar, pengemudi ojol tetap pada pendiriannya bahwa ia belum menerima uang sepeser pun. Ketegangan di lokasi pun semakin meningkat.
Untuk meredam keributan, warga akhirnya berinisiatif meminjam uang kepada pedagang burung di dekat lokasi untuk melunasi ongkos perjalanan tersebut.
“Saya minta tolong pinjam dulu buat bayarin ongkos ojek bulenya. Akhirnya dibayar Rp 150 ribu aja. Ojeknya mau, akhirnya pergi,” tutur Bu Erwin.
WNA Tinggalkan Rumah Kontrakan
Perempuan asing tersebut diketahui sudah hampir satu tahun menempati rumah kontrakan di Lingkungan Bhineka Asri. Meski jarang berkomunikasi, warga mengenalnya karena kerap terlihat pulang ke kontrakan pada pagi hari setelah pergi pada malam hari.
“Dia cuma nyapa: ‘papi, mami, good morning’, gitu aja. Ya kami emang pernah dipinjami uang untuk bayar ojek, tapi dia mau kembalikan kok,” ungkap perempuan asal Tabanan itu.
Setelah kejadian itu viral, WNA yang identitasnya belum diketahui tersebut dilaporkan meninggalkan rumah kontrakannya secara mendadak pada Sabtu dini hari.
Kepala Lingkungan Banjar Bhineka Asri, Made Suarjana, mengatakan rumah kontrakan itu kini sudah kosong tanpa barang milik penyewa.
“Tadi sekitar jam 1 malam dia pergi, pindah rumah. Sudah nggak ada barangnya. Saya pas kejadian nggak keluar rumah, lagi sakit. Tapi warga melapor (kejadian) memang begitu. Nggak tahu dia sekarang ke mana,” kata Suarjana.






