Minum air putih yang dicampur minyak kayu putih untuk membantu meredakan flu viral di media sosial (medsos). Penggunaan bahan ini ramai diperbincangkan di tengah kemunculan varian baru influenza A subtipe H3N2) subclade K atau super flu.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, menjelaskan minyak kayu putih pada dasarnya aman digunakan dengan cara dihirup, bukan diminum.
Menurut Inggrid, praktik yang umum dilakukan adalah meneteskan minyak kayu putih ke dalam air panas lalu uapnya dihirup. Hal ini dapat membantu memberikan sensasi lega pada saluran pernapasan.
Penggunaan minyak kayu putih untuk diminum, menurut Inggrid, perlu kehati-hatian ekstra. Sebab, tidak mudah memastikan kemurnian minyak kayu putih yang beredar di pasaran.
Beberapa kasus, ungkap Inggrid, ditemukan produk yang dicampur dengan bahan lain. “Misalnya dicampur dengan kerosin, minyak lemak, eukaliptus yang palsu juga bukan eukaliptus yang asli,” ucapnya dilansir dari infoHealth, Selasa (6/1/2026).
Inggrid menjelaskan konsumsi minyak kayu putih atau larutannya berisiko menimbulkan efek samping, mulai dari gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare. Jika dilakukan berulang atau dalam jangka waktu lama, dampaknya bisa serius.
“Apalagi kalau dalam waktu yang lama ginjal juga akan ikut terganggu,” tegas Inggrid.
Artikel ini telah tayang di infoHealth. Baca selengkapnya






