Denpasar –
Ada istilah baru yang mencuri banyak perhatian publik di tengah derasnya arus tren fesyen di media sosial (medsos). Istilah yang tiba-tiba muncul dan viral terbilang unik, yakni ‘gamis bini orang’.
Istilah ‘gamis bini orang’ bukanlah nama resmi dari pembuat busana, melainkan hanya julukan yang tidak sengaja hadir dari interaksi antara pedagang dan pembeli, terutama di pusat grosir terbesar Tanah Abang, Jakarta.
Meskipun julukan ini terdengar lucu, tetapi sebutan tersebut ternyata merujuk pada busana muslim wanita dengan gaya anggun dan dewasa. Gamis ini digadang-gadang akan menjadi tren fesyen Ramadan dan Lebaran 2026.
Gamis ini memiliki potongan rok yang longgar, jatuh, dan bagian depan yang lebih pendek dibanding bagian belakang. Sehingga, secara keseluruhan, gamis ini menciptakan tampilan layer yang elegan pada bagian bawahnya. Sedangkan untuk pilihan warna gamis ini cenderung ke warna netral seperti, beige, cream, pastel hingga earth tone.
Selain itu, harga ‘gamis bini orang’ ini juga terbilang terjangkau, mulai dari harga Rp 150 ribu-an. Harga yang terjangkau juga menjadi salah satu alasan ‘gamis bini orang’ populer di kalangan masyarakat.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.






