Bima –
Rombongan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal dan Bupati Bima Ady Mahyudi diadang sekelompok warga saat hendak melaksanakan Safari Ramadan di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
Aksi penghalangan itu terjadi di Jalan Lintas Bima-Tente, tepatnya di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Selasa (3/3) petang. Peristiwa tersebut terekam da v beredar luas dan viral di media sosial.
“Itu aksi Selasa kemarin,” ucap Syamsuddin, warga Desa Rabakodo, dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Syamsuddin mengaku aksi dilakukan oleh sekelompok warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Woha dan Pemuda Rabakodo Peduli. Saat itu, rombongan gubernur dan bupati tengah menuju Kantor Camat Woha untuk kegiatan Safari Ramadan.
“Kebetulan saya sendiri yang menjadi Koordinator lapangan aksi,” aku dia.
Menurut Syamsuddin, penghadangan dilakukan untuk menuntut dan mendesak Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal segera memperbaiki jalan rusak di Desa Rabakodo. Ia menyebut perbaikan jalan tersebut sebelumnya pernah dijanjikan.
“Menagih janji Gubernur NTB untuk memperbaiki jalan yang rusak di Desa Rabakodo,” katanya.
Dalam sejumlah potongan video yang beredar, Bupati Bima Ady Mahyudi terlihat sempat turun dari mobil untuk menenangkan massa. Namun proses negosiasi tidak membuahkan hasil. Massa tetap berunjuk rasa dan menutup akses jalan.
Dalam video lain, seorang peserta aksi terlihat memukul hingga membuka paksa pintu mobil Bupati Bima. Mobil tersebut ditumpangi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima yang juga istri Bupati Bima Murni Suciyati.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Aksi itu sempat membuat Murni dan sopir mobil panik. Situasi akhirnya terkendali setelah sejumlah aparat Satpol PP turun tangan dan mengamankan massa aksi.
Terkait penghadangan tersebut, Bupati Bima dan Juru Bicara Pemkab Bima belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.
