Usai Kasus Pencurian, Pasar Badung Tambah Patroli dan CCTV

Posted on

Denpasar

Pengelola Pasar Badung meningkatkan pengawasan menyusul kasus pencurian yang terjadi beberapa waktu lalu. Dengan 15 akses masuk dan luas mencapai 1,275 hektare, Sub Unit Keamanan Pasar Badung menerapkan pengintaian setiap malam.

Pengintaian dilakukan setelah jam aktif pasar, mulai pukul 17.00 hingga 04.00 Wita. Setiap regu terdiri dari 6-7 personel yang bergerak bergiliran di sejumlah titik.

“Berkeliling pasar sekaligus sembunyi. Nanti bergiliran. Ada satu orang lakukan pengintaian lalu di-backup rekan-rekan lain yang berada di pos mereka, kalau ada kontak nanti langsung,” jelas Kepala Sub Unit Keamanan Pasar Badung Gusti Putu Oka Ariawan ketika diwawancarai di Pasar Badung, Senin, (23/2/2026).

Ariawan mengatakan, pengintaian dan rencana penambahan kamera pengawas merupakan langkah antisipasi setelah kasus pencurian yang menimpa salah satu pedagang pada malam tahun baru.

Ia menyebut, sejumlah kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi, mulai dari pencurian helm, handphone, sepeda motor hingga kerugian belasan juta rupiah. Kasus-kasus tersebut, kata dia, telah diusut tuntas.

“Kalau ke pasar memang skala kemungkinan pasti ada. Dari kejadian ini, sebelumnya sudah banyak kasus yang kami ungkap. Cuma ibaratnya kami berusaha, penjahat pun mempelajari juga,” ucapnya.

Selain pengintaian, pihaknya tengah mengajukan anggaran untuk penambahan CCTV di sejumlah titik rawan.

“Kami sedang ajukan, target utama kami CCTV. Kalau titik rawan, semua daerah pasar rawan. Di mana ada keramaian, di situ ada celah,” tambah Ariawan.

Pengelola Pasar Badung juga mengintensifkan pengumuman melalui pengeras suara untuk mengingatkan pedagang dan pengunjung agar memperhatikan barang berharga mereka.

“Hari ini ada kendala dengan ampli pengeras suara, alami konsleting. Semoga besok bisa selesai. Sebelum rusak ini, announcement tetap berjalan. Pagi, malam, siang, tetap berjalan,” jelas Ariawan.

Hingga saat ini, pengelola Pasar Badung belum menemukan adanya gangguan keamanan baru di lingkungan pasar. Koordinasi juga dilakukan secara ketat dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).