Daftar Isi
Denpasar –
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Memperbanyak membaca doa bisa dilakukan untuk meraih keutamaan malam Nisfu Syaban. Malam Nisfu Syaban tahun ini jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026 dan harinya pada Selasa, 3 Februari 2026.
Malam Nisfu Syaban dipercaya sebagai malam penuh pengampunan. Di mana Allah SWT akan mengampuni dosa bagi mereka yang memohon ampunan.
Dilansir laman UIN Sunan Gunung Djati, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka Aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka Aku berikan permintaannya” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
Rasulullah SAW juga menyatakan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Imam ‘Asakir, dan Al-Baihaqi: “Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”
Berikut panduan doa Nisfu Syaban sesuai urutan yang dianjurkan.
Panduan Doa Nisfu Syaban
Dilansir dari Baznaz, berikut langkah-langkah dan tata cara dalam melaksanakan panduan doa Nisfu Syaban agar ibadah Anda lebih terarah dan maksimal:
1. Melaksanakan Shalat Sunah pada Malam Nisfu Syaban
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah pada malam Nisfu Syaban, seperti shalat tahajud dan shalat hajat. Pelaksanaan shalat-shalat sunnah tersebut dapat dilanjutkan dengan memanjatkan doa-doa khusus Nisfu Sya’ban sesuai tuntunan yang diajarkan dalam Islam.
2. Membaca Surat Yasin
Salah satu amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam Nisfu Sya’ban adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali. Setiap bacaan Yasin tersebut dilengkapi dengan doa yang berbeda sesuai dengan niat yang dipanjatkan.
o Niat pertama untuk memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah.
o Niat kedua untuk memohon rezeki yang halal dan berkah.
o Niat ketiga untuk memohon pengampunan dosa.
3. Memperbanyak Istighfar
Istighfar adalah salah satu amalan yang dianjurkan dalam panduan doa Nisfu Sya’ban. Ucapkan “Astaghfirullah wa atubu ilaih” sebanyak mungkin untuk memohon ampun kepada Allah.
4. Berdoa dengan Khusyuk
Doa menjadi inti dari rangkaian ibadah pada malam Nisfu Sya’ban. Dalam panduan doa Nisfu Sya’ban, doa yang dipanjatkan sebaiknya berisi permohonan ampunan, keberkahan hidup, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.
Inilah doa malam Nisfu Syaban yang dianjurkan MUI:
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in’ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī ‘indaka su’adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.
Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, hal. 77-80)
5. Menjaga Kebersihan
Hati Selain doa, penting untuk membersihkan hati dari dendam, iri, dan kebencian. Hal ini menjadi bagian penting dari panduan doa Nisfu Sya’ban karena amalan kita akan lebih mudah diterima jika hati dalam keadaan bersih.
Hikmah dan Manfaat Melaksanakan Doa Nisfu Sya’ban
Melaksanakan panduan doa Nisfu Sya’ban tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga membawa hikmah yang mendalam bagi kehidupan seorang Muslim:
1. Mendapatkan Ampunan Dosa
Dengan berdoa dan bertaubat pada malam ini, seorang Muslim dapat menghapus dosa-dosanya dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
2. Meningkatkan Keimanan
Malam Nisfu Sya’ban adalah momen untuk merenungkan kekuasaan Allah dan meningkatkan keimanan kepada-Nya.
3. Menguatkan Hubungan dengan Allah Doa adalah cara seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengikuti panduan doa Nisfu Sya’ban, hubungan spiritual kita dengan Allah akan semakin kuat.
4. Mendapatkan Keberkahan Hidup
Berdoa pada malam Nisfu Sya’ban dapat mendatangkan keberkahan dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.
5. Persiapan Menyambut Ramadan
Hikmah lainnya adalah menjadikan malam Nisfu Sya’ban sebagai persiapan spiritual untuk menyambut bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh semangat.






