Update BPBD: 126 Titik Bencana di Bali Usai Hujan 4 Hari baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Denpasar

Hujan terus mengguyur Bali sejak Sabtu (21/2) lalu. Akibat cuaca ekstrem tersebut, jumlah titik bencana meningkat signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat, lokasi terdampak yang sebelumnya 76 titik kini bertambah menjadi 126 titik kejadian.

Kepala BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengungkapkan seratusan kejadian bencana tersebut didominasi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Ia merinci, banjir terjadi di 60 titik, tanah longsor 9 titik, tanggul jebol 1 titik, pohon tumbang 46 titik, senderan jebol 4 titik, angin kencang 3 titik, jalan jebol 1 titik, serta tembok roboh 2 titik.

Sebaran lokasi bencana didominasi wilayah Denpasar dengan 45 titik. Disusul Badung 33 titik, sedangkan sisanya tersebar di kabupaten lain di Bali.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Berdasarkan data terbaru BPBD Bali hingga Rabu (25/2/2026) pukul 06.00 Wita, sebanyak 350 warga yang sebelumnya sempat dievakuasi sementara telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi aman. Pendataan jumlah bangunan dan rumah terdampak masih terus dilakukan.

Teja menjelaskan, curah hujan yang mengguyur Bali dalam dua hari terakhir mencapai rata-rata 120 milimeter per hari. Ia menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

“Masyarakat perlu waspada akan potensi bencana susulan,” ungkap Teja pada, Rabu (25/2/2026).

Peringatan Dini Cuaca 25 Februari 2026

  • Status Waspada Hujan Lebat:
    Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem.
  • Status Siaga Hujan Lebat:
    Badung, Denpasar, Tabanan, Gianyar, Klungkung.
  • Peringatan Dini Angin Kencang:
    Denpasar, Badung, Buleleng, Karangasem, Klungkung, Gianyar.

Teja kembali mengimbau masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

“Masyarakat perlu menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama di sekitar pohon besar karena rawan tumbang. Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi tanah longsor dan banjir susulan. Untuk memudahkan evakuasi jika terjadi bencana kami mengimbau masyarakat mempersiapkan tas siaga bencana,” ungkap Teja.

Hingga kini, BPBD Bali telah mendistribusikan logistik untuk mendukung penanganan darurat ke seluruh kabupaten/kota sejak awal bulan. Khusus Denpasar, BPBD Bali menyalurkan tambahan bantuan berupa matras, sembako, dan selimut sesuai permintaan terbaru.

“Logistik sudah kami drop ke kabupaten/kota sejak awal bulan dan untuk Denpasar kemarin ada tambahan permintaan yang langsung kami penuhi,” kata Teja.