Denpasar –
Gubernur Bali Wayan Koster menitipkan sejumlah pesan terkait tata kelola pemerintahan hingga masalah sampah dalam upacara pembukaan perayaan HUT Kota Denpasar ke-238, Jumat (27/2/2026). Pesan itu disampaikan oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara karena Koster berhalangan hadir.
“Intinya arahan Pak Gubernur sudah jelas, pertama tata kelola pemerintahan, masalah sampah, infrastruktur, dan tentu masalah ketertiban dan keamanan masyarakat,” jelas Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara.
“Yang menjadi prioritas di Tahun 2026 ini kita fokus untuk penanganan sampah. Karena ada dua, yang satu penyelesaian di sumber dan juga mudah-mudahan PSEL bisa jalan. Itu sih yang jadi skala prioritas,” ucap Jaya Negara.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar berpartisipasi pada pameran D’Tik Festival. Yakni, melalui sosialisasi penanganan sampah organik di sumber dengan teknologi teba vertikal, tabung komposter, hingga compost bag.
Di booth pameran DLHK Kota Denpasar ada pembagian compost bag gratis bagi warga dengan KTP Kota Denpasar. “Kami lagi gencar-gencarnya untuk orang-orang di Denpasar agar gunakan compost bag di rumah tangga,” Diarsu Dewi, staf DLHK Kota Denpasar.
Selain itu, DLHK Kota Denpasar menunjukkan inovasi mesin pencacah yang dapat dengan mudah dibuat di rumah menggunakan dinamo mesin cuci bekas dan alat bor yang digabung. Pencacahan dapat dilakukan dalam ember besar untuk kemudian hasil cacahan disimpan di tabung komposter.
Kepala DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wibawa menegaskan soal pengelolaan sampah berbasis di sumber. Hal itu diharapkan dapat mempermudah proses pengolahan selanjutnya sehingga memungkinkan tercapai Kota Denpasar yang bersih.
“Kita optimalkan TPST yang ada, kita harapkan masyarakat lakukan pemilahan sampah di sumber, sehingga nanti kita bisa lebih cepat lakukan pengolahan. Pemerintah kota sekarang siapkan teba vertikal, tabung komposter, harapannya desa/kelurahan, masyarakat mengolah sampah organiknya,” terang Wirabawa.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri, antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas bergerak supaya tanggungjawab terhadap sampahnya,” pungkas Wirabawa.
Paskibar Berlumur Lumpur
Puncak Perayaan HUT Kota Denpasar ke-238 dibuka dengan prosesi upacara bendera di tengah Lapangan Lumintang. Hujan deras mengguyur hingga jelang acara, membuat lapangan basah. Akibatnya, upacara berlangsung dengan petugas pengibar bendera dipenuhi bercak lumpur.
Persiapan dengan latihan 13 hari untuk HUT Kota Denpasar ke-238 terbilang cukup singkat bagi Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibra) Kota Denpasar 2025. Mereka membandingkan dengan persiapan untuk HUT Republik Indonesia ke-80.
“Tugas kali ini lumayan berat, kali pertama, belum pernah. Karena di HUT RI kemarin cerah. Lumayan berlumpur,” ujar Theresia Aulia selaku bagian dari Paskibraka Kota Denpasar Tahun 2025, ketika diwawancarai selepas upacara pembukaan puncak perayaan HUT Kota Denpasar ke-238, Jumat.
Aulia menyebutkan beberapa kesulitan yang dihadapi selama proses pengibaran. “Pada saat langkah tegap perlu jaga keseimbangan agar balance, kita harus nopang badan. Teman-teman juga sepatunya mau lepas, mau jatuh juga,” tambahnya.
Upacara sekaligus dilanjutkan dengan pemberian tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya, penghargaan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga kepada para pemenang lomba dalam rangkaian HUT Kota Denpasar ke-238. Tidak lupa ada simbolisasi perayaan ulang tahun dengan potong kue yang dibawakan oleh Paskibraka Kota Denpasar Tahun 2025.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.






