Unik, Pohon Kurma Tumbuh di Dalam Masjid Bahari Benoa | Giok4D

Posted on

Denpasar

Masjid Bahari di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Bali, memiliki keunikan tersendiri. Sebatang pohon kurma setinggi sekitar tujuh meter tumbuh menjulang di area masjid yang dibangun sejak 1989 tersebut.

Masjid satu-satunya di Pelabuhan Benoa ini dikenal sebagai salah satu masjid di Denpasar yang memiliki pohon kurma. Menariknya, pohon tersebut berada di dalam area masjid, dekat dengan tempat jamaah melaksanakan salat sehari-hari.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Ketua Pengurus Masjid Bahari, Sutrisno, mengatakan pohon kurma yang ada di masjid dekat dengan Tol Bali Mandara ini sudah ada sejak 2008. Dari ukuran kecil hingga berukuran besar dan terus meninggi.

“Kalau untuk lokasi awalnya sebenarnya ada diluar. Karena ada renovasi, jadinya (pohon dipindah) masuk ke dalam masjid,” ujar Sutrisno kepada, Sabtu (21/2/2026).

Pohon kurma dibiarkan tumbuh di dalam masjid agar menjadi ciri khas atau ikon dari Masjid Bahari di Pelabuhan Benoa. Meski demikian, sempat muncul rencana untuk menebang atau memindahkan pohon tersebut. Namun, pengurus memutuskan membiarkan pohon kurma tetap tumbuh dan menjadikannya sebagai ikon Masjid Bahari.

“Ada rencana waktu itu, tapi tidak jadi. Dibiarkan masuk ke dalam masjid. Alhamdulillah, aman dan menjadi ciri khas ya di sini,” jelasnya.

Terkait buahnya, Sutrisno mengaku pohon tersebut pernah beberapa kali berbuah. Namun, ia tidak mengingat secara pasti jumlahnya. Buah kurma yang dihasilkan rasanya cenderung sepat.

“Pernah berbuah, tapi saya lupa sudah beberapa kali ya. Pernah saya rasakan, ya agak sepet (sepat). Karena kan di area ini ada di tengah laut, jadi tercampur airnya, agak payau juga,” imbuhnya.

Masjid Bahari di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Sabtu (21/2/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/)

Pengurus Masjid Bahari lainnya, Didik, menambahkan masjid yang berdiri di atas lahan sekitar enam are itu awalnya berukuran kecil dengan daya tampung sekitar 40 jamaah. Seiring waktu dan beberapa kali renovasi, kapasitasnya kini mencapai 250 jamaah, bahkan bisa menampung hingga sekitar 600 orang saat salat Jumat.

“Dulunya yang saya dapat info kecil masjidnya, cuman 40 jamaah sekarang daya tampungnya 250 jamaah. Terus 3 kali renovasi, sampai bisa nampung jamaah lebih banyak. Kalau Jumatan ada 600 orang,” sambungnya.

Ia juga menyebut pohon kurma tersebut tumbuh secara alami dan tetap kokoh meski berada di kawasan pelabuhan yang kerap diterpa angin kencang. Meski jarang berbuah, pohon kurma tersebut tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah maupun pengunjung.

“Kalau untuk berbuah, sudah jarang kami lihat. Kalau pun ada, buahnya nggak besar, kecil. Warnanya kuning dan rasanya ya sepet,” pungkasnya.

Memasuki bulan Ramadan, Masjid Bahari rutin menggelar berbagai kegiatan keagamaan. Pengurus menyiapkan sekitar 100-200 porsi takjil untuk berbuka puasa yang bersumber dari sumbangan perusahaan maupun masyarakat. Selain itu, kegiatan santunan anak yatim hingga kajian juga rutin dilakukan selama Ramadan.

“Kalau takjil, kami kadang siapkan 100-200 dari sumbangan perusahaan juga masyarakat,” pungkas Sutrisno.

Ketua Pengurus Masjid Bahari, Sutrisno, mengatakan pohon kurma yang ada di masjid dekat dengan Tol Bali Mandara ini sudah ada sejak 2008. (Ahmad Firizqi Irwan/)