Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mengawali tahun 2026 dengan cara yang tak biasa. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melantik puluhan pejabat di tengah kebun kakao milik warga di Banjar Moding, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, tadi siang.
Pelantikan di ruang terbuka itu dipilih sebagai simbol agar para pejabat yang dilantik tetap membumi dan tidak terlepas dari realitas kehidupan masyarakat Jembrana. Kakao atau tananam coklat dipilih karena menjadi salah satu komoditas unggulan sekaligus penopang ekonomi warga setempat.
“Ke depan tidak lagi hanya berpikir urusan-urusan klasik administratif saja, itu harus sudah clear sekarang. Jadi sekarang, bagaimana memikirkan isi perut masyarakat, bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat khususnya para petani, nelayan, buruh, dan lainnya,” ungkap Kembang usai prosesi pelantikan, Kamis (2/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Kembang yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) dan Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menegaskan birokrasi harus responsif terhadap kebutuhan rakyat. Total ada 94 pejabat yang dilantik, terdiri dari 8 Pejabat Tinggi Pratama, 44 Pejabat Administrator, dan 42 Pejabat Pengawas.
Dari delapan Pejabat Tinggi Pratama yang dikukuhkan, empat di antaranya merupakan peraih peringkat pertama dalam seleksi terbuka yang digelar akhir 2025. Mereka adalah I Gede Gus Diendi sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jembrana, I Gusti Made Wijaya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jembrana.
Selain itu, Ida Bagus Ketut Budi Aryana dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, serta dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana.
Sementara empat pejabat lainnya diangkat kembali mengacu pada Peraturan Daerah tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru. Pengangkatan ini menyusul adanya perampingan dan penggabungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pejabat tersebut yakni Dewa Gede Ary Candra sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman, I Wayan Sudiarta sebagai Kepala Dinas PUPRP Hub, serta Ni Kadek Ari Sugianti sebagai Kepala Dinas PMD, PPPA, dan PPKB.
Penyegaran jabatan juga menyasar sektor kesehatan. Posisi Direktur RSU Negara kini dijabat I Gusti Agung Putu Arinsantha. Ia menggantikan Ni Putu Eka Indrawati yang digeser menjadi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Jembrana.
Kembang menegaskan seluruh proses pengisian jabatan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi dan rekam jejak pejabat yang bersangkutan.
“Pelantikan ini merupakan penegasan komitmen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel,” pungkas Kembang.
Mutasi Direktur RSU Negara







