Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan ancaman kepada Iran terkait korban tewas yang terus bertambah dalam gelombang protes di negara tersebut. Trump memperingatkan Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran damai.
Trump menegaskan jika Teheran “membunuh demonstran damai secara brutal”, maka Amerika Serikat “akan datang untuk menyelamatkan mereka”.
Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dalam gelombang protes yang berlangsung lebih dari sepekan di Iran. Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat jumlah korban serupa sejak aksi demonstrasi dimulai. Adapun, kelompok hak asasi Hengaw melaporkan angka kematian akibat bentrokan mencapai 17 orang.
Selain korban tewas, aparat keamanan juga dilaporkan menangkap lebih dari 580 orang dalam operasi penertiban yang dilakukan di berbagai wilayah negara tersebut.
Gelombang protes ini bermula dari kemarahan publik terhadap tingginya inflasi, melemahnya nilai tukar mata uang rial Iran, serta memburuknya kondisi ekonomi yang meluapkan daya beli masyarakat. Dalam perkembangannya, aksi unjuk rasa yang awalnya bersifat lokal kemudian meluas dan menyebar ke berbagai kota besar, termasuk ibu kota Teheran, sejumlah wilayah di Iran barat, serta provinsi Baluchistan Selatan.
Menurut data HRANA, demonstrasi telah terjadi di lebih dari 170 lokasi di 25 dari total 31 provinsi di Iran, menunjukkan luasnya penyebaran aksi protes tersebut.
Artikel ini sudah tayang di infoNews, baca selengkapnya di
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.






