Badung –
Arus lalu lintas di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, Kabupaten Badung, terpantau padat saat H-7 Lebaran. Kendaraan pemudik bercampur dengan truk angkutan barang sumbu tiga atau lebih yang masih melintas di ruas jalan nasional tersebut.
Iring-iringan truk besar masih terpantau mendominasi jalur tersebut sejak Sabtu (14/3) hingga Minggu pagi tadi. Padahal, pembatasan operasional truk di jalur utama mudik tersebut sudah diatur dalam SKB 3 Menteri.
“Kondisi di lapangan menunjukkan kendaraan besar masih banyak melintas dan memicu antrean panjang di jalur mudik arah Jawa. Kami bergerak cepat melakukan penyekatan dan edukasi. Bahkan sejak Sabtu kemarin langsung di kawasan Terminal Mengwi agar para sopir memahami jadwal pembatasan ini,” kata Kasat Lantas Polres Badung, AKP Ni Luh Tiviasih, Minggu (15/3/2026).
Personel Satgas Kamseltibcarlantas Polres Badung menyisir area Terminal Tipe-A Mengwi dan sekitarnya untuk memberikan teguran kepada para pengemudi angkutan logistik nonsembako. Petugas menekankan kepatuhan pengusaha angkutan sangat diperlukan demi menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
“Sosialisasi ini kami lakukan sebagai bentuk upaya preventif agar para pengemudi kendaraan angkutan barang, khususnya truk sumbu tiga atau lebih, memahami dan mematuhi kebijakan pembatasan operasional sesuai SKB 3 Menteri,” tegas Tiviasih.
“Tujuannya jelas, supaya saudara-saudara kita yang pulang kampung bisa sampai tujuan dengan aman, tertib, dan tanpa hambatan di jalan,” sambungnya.
Menurut Tiviasih, mayoritas pengemudi mengaku menerima kebijakan tersebut dan bersedia menyesuaikan jadwal perjalanan mereka selama periode arus mudik dan balik berlangsung. Ia memastikan petugas di lapangan mengedepankan pendekatan humanis.
“Tadi tim sudah bicara langsung dengan para sopir dan syukurnya mereka sangat kooperatif serta mendukung langkah pemerintah ini. Personel di lapangan juga tetap siaga memantau titik-titik rawan macet agar tidak ada penumpukan kendaraan yang berlebihan di jalur utama,” ucap Tivi.
Sosialisasi ini, dia berujar, menjadi bagian dari Operasi Ketupat Agung 2026 yang bertujuan menekan angka kecelakaan dan kemacetan di wilayah hukum Polres Badung. Ia berharap jalur distribusi logistik tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri.
“Kami minta kerja sama semua pihak, terutama pemilik jasa angkutan, untuk menahan dulu operasional armadanya sesuai tanggal yang sudah ditetapkan dalam SKB. Petugas tidak akan segan memutar balik kendaraan yang tetap membandel demi kepentingan keselamatan orang banyak di jalan raya,” pungkasnya.
