Denpasar –
Ada sejumlah kabar populer di Bali selama sepekan terakhir. Salah satunya tragedi tiga pemancing tersambar petir di Danau Batur, Kintamani, Bangli. Satu orang tewas dalam peristiwa tersebut.
Masih soal bencana, tiga buruh tertimbun longsor di Sukawati, Gianyar, Satu orang meninggal di rumah sakit. Sementara, korban lainnya mengalami luka-luka.
Selanjutnya, ada kasus penjambretan yang terjadi di Kerobokan yang menewaskan korban. Tiga pelaku berhasil ditangkap setelah diburu sekitar sepekan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung merampungkan proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan underpass di Simpang McD-kampus Universitas Udayana (Unud) Jimbaran, Kuta Selatan. Seluruh bidang tanah yang terdampak proyek tersebut sudah dibayar tuntas pada akhir Oktober 2025.
Kemudian, ada polemik mengenai penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK). Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meminta maaf setelah sebelumnya disentil oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.
Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Bali Sepekan di.
Tiga Pemancing Tersambar Petir di Danau Batur
Seorang pria bernama I Wayan Rencana Yasa (34) tewas tersambar petir di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Tak hanya Yasa, dua orang lain bernama Ketut Bagiada (37) dan Wayan Wirawan mengalami luka akibat sambaran petir.
“Sambaran petir terjadi pukul 14.30 Wita tadi. Satu orang tewas, dua lainnya luka-luka,” kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya dalam keterangannya kepada, Minggu (8/2/2026).
Ratwijaya mengatakan Yasa pergi memancing di Danau Batur pukul 10.30 Wita. Tak lama, Wirawan dan Bagiada menyusul untuk memancing bersama Yasa.
Sekira dua jam kemudian, cuaca yang awalnya cerah, berubah liar. Awan mendung mulai melapisi langit dan disertai sambaran petir. Hujan lebat pun mengguyur Danau Batur.
“Sekira pukul 14.30 Wita, terjadi hujan lebat disertai sambaran petir,” kata Ratwijaya.
Yasa, Bagiada, dan Wirawan bermaksud mengakhiri aktivitas memancingnya karena hujan lebat. Nahas, belum sempat beranjak, tiga pria itu disambar petir.
Yasa tewas di lokasi kejadian. Dia mengalami sejumlah luka di lengan, leher, paha, dada, dan betis. Kondisi tidak terselamatkan.
Sedangkan Bagianda dan Wirawan juga mengalami luka bakar yang parah akibat tersambar petir. Namun, nasib mereka lebih baik. Nyawa dua pria itu masih tertolong.
“Tiga korban asal Kabupaten Klungkung. Bagianda mengalami luka bakar di telapak kaki karena berupaya menolong korban 1 (Yasa). Kini, para korban sudah dilarikan ke RSUD Klungkung,” katanya.
Buruh Tewas Tertimbun Longsor di Sukawati
Insiden maut menimpa tiga pekerja proyek saat melakukan penggalian senderan tembok di Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar. Salah satu korban, I Nyoman Sujana (46), dinyatakan meninggal di rumah sakit setelah sempat dievakuasi dari timbunan tanah.
“Peristiwa ini terjadi tadi siang sekitar pukul 11.05 Wita saat para pekerja sedang menggali dasar tembok penyengker. Satu orang atas nama Nyoman Sujana meninggal di Rumah Sakit Arisanthi setelah mendapatkan perawatan medis,” kata Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, Kamis (12/2/2026).
Longsor tersebut bermula dari pengerjaan proyek milik Dewa Putu Gede Purnomo yang lokasinya berada 4 meter lebih rendah dari rumah warga di atasnya. Kondisi beda tinggi ini memicu tembok penyengker merajan milik Dewa Made Artha jebol hingga material tanahnya menimbun para pekerja yang berada di bawah.
“Pengerjaan perbaikan senderan ini sebenarnya sudah berjalan sejak Selasa lalu untuk memperkuat pondasi yang ada. Tapi tiba-tiba saja tanah dari bagian atas longsor dan langsung menimbun tiga orang buruh yang sedang bekerja di lokasi,” ujar Ngurah Suardita.
Selain korban jiwa, dua rekan kerja korban yakni Ketut Warta (50) dan I Wayan Cenik (45) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, tapi mengalami luka-luka. Ketut Warta hanya tertimbun sebatas kaki, sementara Wayan Cenik yang tertimbun material cukup banyak kini masih menjalani perawatan intensif di RS Arisanthi Desa Mas.
“Korban Ketut Warta berhasil diselamatkan lebih awal karena posisinya hanya tertimbun sebagian, sedangkan Wayan Cenik dievakuasi menyusul. Untuk korban yang selamat saat ini masih dalam penanganan tim medis karena ada luka pada bagian paha dan tubuh lainnya,” ucapnya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan melibatkan personel Polsek Sukawati yang dipimpin langsung Kompol I Nyoman Wiranata bersama BPBD Gianyar dan warga setempat. Korban pertama berhasil diangkat sekitar pukul 11.40 WITA, disusul korban lainnya yang tuntas dievakuasi pada pukul 12.50 Wita.
Pembebasan Lahan Underpass Jimbaran Tuntas
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung merampungkan proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan underpass di Simpang McD-kampus Universitas Udayana (Unud) Jimbaran, Kuta Selatan. Seluruh bidang tanah yang terdampak proyek tersebut sudah dibayar tuntas pada akhir Oktober 2025.
“Pembebasan lahan dari simpang McD atau Simpang Udayana di tahun 2025 ini sudah tuntas semua. Kemarin di (APBD 2025) perubahan, kami sudah bayar untuk pembebasan lahan,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengakui di Puspem Badung, Selasa (10/2/2026).
Saat ini, Pemkab Badung masih menanti pengerjaan fisik yang direncanakan sepenuhnya menggunakan APBN. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 350 miliar.
“Kalau tidak ada halangan sesuai dengan mata anggaran APBN katanya 2026 ini akan dilakukan pelaksanaan konstruksinya. Konstruksinya nanti murni (pemerintah) pusat,” kata Adi Arnawa.
Pemkab Badung awalnya mendorong proyek ini kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mengatasi kemacetan di kawasan wisata Kuta Selatan. Namun, setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah pusat memutuskan untuk mengambil alih seluruh biaya pembangunan underpass tersebut.
“Astungkara dari hasil pembicaraannya, ternyata pemerintah pusat dalam hal ini mengatensi dan sanggup untuk membiayai pembangunan underpass yang ada di simpang McDonald itu. Tetapi untuk pembebasan lahan tetap diserahkan kepada daerah,” tutur Adi Arnawa.
Pembangunan underpass di jalan nasional ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah Badung selatan. Infrastruktur jalan ini akan terintegrasi dengan pengembangan jalan lingkar barat dan lingkar selatan yang tersambung hingga kawasan Uluwatu, Pecatu.
“Kalau nggak salah hitung-hitungan kemarin sekitar Rp 350-an miliar, semua. Saya kira ini akan menjadi salah satu solusi terkait dengan kemacetan yang sering terjadi di Badung selatan,” pungkasnya.
Wali Kota Denpasar Minta Maaf
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menarik pernyataannya terkait penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK). Jaya Negara pun menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya itu disinggung oleh Menteri Sosial (Medsos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Jaya Negara sempat menyebut penonaktifan PBI JK terhadap 24.401 penerima manfaat PBI Desil 6-10 di Kota Denpasar merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto. Jaya Negara mengaku keliru dan menyatakan aturan yang dia maksud dalam pernyataan sebelumnya seharusnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Sejujurnya sedikit pun tidak ada niat kami seperti itu. Maksud kami adalah Bapak Presiden mengeluarkan Instruksi Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN yang mana bertujuan meningkatkan akurasi data agar lebih tepat sasaran efektif dan efisien,” ujar Jaya Negara dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).
Jaya Negara mengatakan keputusan Menteri Sosial Nomor 4 Poin C menyebutkan PBI Jaminan Kesehatan menggunakan Desil 1-5. Ia mengaku mendapat laporan dari Dinas Sosial Kota Denpasar yang mengatakan ada penonaktifan terhadap penerima manfaat PBI Desil 6-10 sejumlah 24.401 di Kota Denpasar.
Pemkot Denpasar lalu berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar data yang dinonaktifkan dapat diaktifkan kembali menggunakan dana APBD Kota Denpasar. Pemkot Denpasar, dia berujar,berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait penyelesaian penonaktifan BPJS PBI Kesehatan Desil 6-10.
“Sehingga masyarakat kami tetap mendapatkan pelayanan BPJS kesehatan di Kota Denpasar,” imbuh Jaya Negara.
Sebelumnya, Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta Jaya Negara menarik pernyataan mengenai penonaktifan PBI JK. Gus Ipul mengatakan pernyataan Jaya Negara yang mengatakan penonaktifan itu atas perintah Presiden Prabowo menyesatkan.
“Pernyataan itu menyesatkan dan sungguh membuat masyarakat bingung, karena yang disampaikan jauh dari fakta. Seakan-akan Presiden menginstruksikan menonaktifkan PBI. Ini sungguh menyesatkan,” kata Ipul dalam siaran pers, Jumat (13/2/2026), dikutip dari.
Menurut Ipul, tidak ada instruksi dari Presiden untuk menonaktifkan PBI JK. Untuk itu, Ipul meminta pernyataan tersebut segera dicabut dan disertai permintaan maaf kepada publik.
“Saya minta Wali Kota Denpasar mencabut pernyataannya dan meminta maaf. Jangan sampai ini menjadi sesuatu yang dianggap kebenaran,” imbuh politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
3 Jambret yang Tewaskan Wanita Diringkus
Pelarian tiga pelaku jambret yang mengakibatkan seorang perempuan tewas di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, berakhir di tangan polisi. Ketiganya diringkus tim gabungan pada Jumat (13/2/2026).
Operasi penangkapan ini dilakukan oleh Tim Polsek Kuta Utara bersama Satreskrim Polres Badung. Para pelaku dibekuk di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Tabanan dan Denpasar Selatan.
Informasi yang dihimpun, salah satu pelaku sempat mencoba melarikan diri keluar dari Pulau Dewata. Namun, langkahnya terhenti setelah petugas mencegatnya di wilayah Tabanan.
“Informasi (pelaku) sudah diamankan dan mungkin masih didalami. Termasuk pendalaman adanya informasi jika pelaku pernah terlibat tindak pidana lain,” ungkap sumber di lapangan, Sabtu (14/2/2026).
Polisi belum memerinci identitas maupun peran masing-masing pelaku dalam aksi penjambretan tersebut. Namun, proses hukum kini tengah berjalan. PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengonfirmasi penyelidikan kasus ini telah membuahkan hasil.
“Sudah ada titik terang terkait hasil penyelidikan dan penyidikan kasus ini. Belum ada informasi resmi, nanti kami sampaikan,” ujar Ayu Inastuti singkat.
Sementara itu, Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina membenarkan penangkapan itu. Namun ia hanya mengatakan kasus ini akan segera dirilis ke publik. “Nggih nanti tunggu rilis nggih, Bli,” kata Agus Pasek kepada, Sabtu malam.
Aksi penjambretan ini menyita perhatian publik setelah korbannya, Juhaeryah Velina (46), tewas di rumah sakit akibat benturan keras menghantam tiang listrik di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod.
Perempuan asal Kota Tangerang, Banten, yang tinggal di Kuta, Badung itu mengalami nasib nahas saat berusaha mempertahankan kendaraannya yang hilang kendali akibat tasnya yang ditarik pelaku. Pelaku yang berbonceng tiga dengan satu motor menarik tas korban dari sisi kiri, hingga korban oleng.






